BANJARMASIN – Beberapa mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terkejut. Gerbang kampus mereka di Jalan Brigjen Hasan Basri telah berdiri pembaca kartu parkir digital.
Namun, belum beroperasi penuh. “Wah, ini nanti bagaimana tarifnya. Kalau seperti di mal, kampus yang untung, mahasiswa tekor,” banding Hakim, salah satu mahasiswa FISIP ULM, Rabu (4/12/2024).
Parkir otomatis dengan sensor untuk kartu TapCash atau uang digital itu terpasang di dua sisi. Di kiri dan kanan jalan di gerbang pintu keluar. Menurut Hakim, jika nanti beroperasi, lalu bagaimana dengan parkir di masing-masing fakultas.
Jika masih dikenakan dua kali tarif, tentu saja akan memberatkan mahasiswa. “Siapa yang mau bayar dua kali. Apalagi tahu sendiri kantong mahasiswa,” selorohnya.
Mahasiswi FKIP, Indah yakin parkir otomatis tentu saja lebih baik. Menghindari kehilangan. Namun, ia berharap tak ada pengenaan tarif parkir lagi di fakultas. “Kalau satu itu saja, tak masalah. Kalau dua kali, berat juga. Apalagi sering keluar masuk kampus,” tuturnya.
Tak hanya mahasiswa ULM, mahasiswa dari Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) turut mempertanyakan. Mengingat kampus mereka berada satu kompleks dengan ULM. Ferdy gelisah jika ini diterapkan, akan menambah biaya parkir untuk kuliah. Terlebih ia aktif di kegiatan kemahasiswaan yang sering keluar masuk kampus meski tidak pada jam kuliah.
“Kalau untuk mahasiswa ULM saja tak masalah, saya yang tak kuliah di ULM bagaimana nanti,” ujarnya.
Dikonfirmasi mengenai perangkat parkir digital ini, Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri mengaku pihaknya baru mempersiapkan penerapan sistem parkir otomatis ini. “Belum beroperasi, masih disiapkan,” ujar Ahmad.
Dari kabar-kabar warga kampus, nantinya setiap kendaraan yang melintas akan dikenakan tarif Rp1.000 melalui uang digital TapCash. Perihal ini, Ahmad enggan memberi jawaban.
Namun, ia menegaskan sistem parkir otomatis ini bukan untuk menarik tarif parkir, melainkan untuk meningkatkan keamanan kendaraan di lingkungan kampus.
“Ini untuk menjaga keamanan kendaraan yang keluar masuk kampus. Terlebih mencegah terjadinya kehilangan. Bukan untuk memungut tarif parkir,” tegasnya.
Lalu kapan sistem parkir otomatis ini akan beroperasi? Ahmad mengaku ULM perlu berkoordinasi dengan Poliban. “Kami sosialisasi dulu, dan perlu koordinasi dengan Poliban sebelum diterapkan,” tuntasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief