BANJARBARU - Di tengah aksi, ratusan massa yang berdemonstrasi di depan Sekretariat DRPD Kota Banjarbaru mendadak hening, Senin (2/12) kemarin.
Kondisi ini terjadi karena ada salah satu pendemo yang menemukan sebuah amplop putih. Tergeletak di depan kerumunan massa.
Amplop itu langsung dibawa ke tengah massa, dan diumumkan menggunakan pengeras suara.
“Rekan kami ada menemukan amplop. Tidak tahu isinya apa. Sepertinya ada kertas yang banyak,” ungkap orator, Sri Maeda dengan pengeras suara.
Temuan ini, kata Sri, sengaja berkali-kali diumumkan secara terbuka. Mereka tidak ingin menjadi tertuduh akibat temuan tersebut.
“Ini jebakan Batman, kami sepeserpun tidak menerima hal-hal seperti ini. Kami khawatir amplop ini akan merusak aksi kami yang murni menyuarakan keresahan masyarakat terhadap pilkada di Banjarbaru,” tegasnya.
Sejumlah pendemo, sebutnya, melihat seseorang lewat dan sengaja menjatuhkan amplop di tengah aksi. “Orangnya sedikit lari. Jalannya cepat setelah menjatuhkan amplop langsung menghilangkan. Tidak ada yang kenal siapa itu,” katanya.
Amplop putih itu diserahkan ke koordinator aksi, Rachmadi untuk dibuka di hadapan kepolisian dan Ketua DPRD Kota Banjarbaru. Ternyata amplop itu berisi segepok uang. “Ini mengotori aksi kami,” tegas Rachmadi.
Karena tidak ada yang mengaku, Rachmadi langsung menyerahkan uang tersebut ke petugas kepolisian yang berjaga di DPRD Kota Banjarbaru.
“Masyarakat di sini saksinya bahwa uang ini kita titipkan ke Polres. Kalau selama tiga hari memang tidak ada yang mengaku, maka uang ini akan kita wakafkan ke Masjid Agung Al-Munawarah Banjarbaru,” tuntasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief