BANJARMASIN – Warga yang melintasi jembatan penghubung antara Jalan Jafri Zam-Zam dan Kompleks DPR dibuat waswas.
Jembatan di Banjarmasin Barat itu tampak miring, dikhawatirkan tidak aman untuk pengendara atau pejalan kaki. Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Pantauan Radar Banjarmasin, kemiringan paling mencolok tampak pada bagian tengah bentang jembatan.
"Kalau diperhatikan, jembatan ini semakin miring. Kami khawatir kalau tiba-tiba ambruk. Apalagi banyak yang melintas, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah," ujar warga sekitar, Fery (24), Kamis (28/11).
Jembatan itu juga kerap terendam ketika sungai sedang pasang tinggi. "Karena rendah, jembatan ini sering terendam," kata Fery.
Warga lain, Wenses (28), menyatakan jembatan itu akses penting. Tidak hanya bagi penghuni Kompleks DPR, tetapi juga bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
"Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan. Jangan tunggu sampai ambruk baru diperbaiki," ujarnya.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan pihaknya telah memasang plang larangan bagi kendaraan dengan beban lebih dari 1,5 ton untuk melintas di jembatan tersebut.
"Plang ini dipasang agar kendaraan yang lewat tidak melebihi tonase yang bisa membebani jembatan. Plang ini penting agar jembatannya tetap aman," ujarnya.
Suri berharap pengemudi angkutan besar dapat mematuhi aturan dan tidak memaksakan untuk melintas.
Suri juga memastikan pihaknya telah mengusulkan anggaran perbaikan jembatan di tahun depan.
"Tahun ini baru dipasang plang, namun pada 2025 mendatang, kami akan usulkan desain untuk rehab jembatan. Perkiraan anggarannya sekitar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar," sebutnya.
Kemungkinan, desain jembatan baru akan meniru Jembatan Rawasari yang berada di dekat situ.
Editor: Syarafuddin
Judul sambungan: Ditaksir Butuh 15 Sampai 20 M