Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kolaborasi Pentahelix BPBD Banjar Hadapi Longsor Tanah

Nurhidayat • Senin, 25 November 2024 | 11:28 WIB

MOMEN: Plt Kalak BPBD Banjar bersama stakholder dan narasumber FGD penyusunan RPKB dan Rekon Tanah Longsor.
MOMEN: Plt Kalak BPBD Banjar bersama stakholder dan narasumber FGD penyusunan RPKB dan Rekon Tanah Longsor.
BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) dan Rencana Kontijensi (Rekon) tanah longsor.

Dihadiri berbagai stakeholder dari dinas, instansi vertikal, akademisi, hingga media, acara ini berlangsung di Ruang Berlian Grand Qin Hotel, Senin (25/11/2024).


Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Agus Siswanto SAP MAP menyebutkan bahwa dokumen yang dihasilkan dari FGD ini sangat penting untuk penanganan bencana di masa mendatang.


"Dokumen ini menjadi acuan kita ke depan untuk menanggulangi bencana secara lebih valid, akurat, dan terukur. Ini juga akan menjadi bagian dari RPJMD di Kabupaten Banjar," ujarnya.


Agus juga menekankan pentingnya pendekatan pentahelix yang melibatkan lima unsur, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.


“Keterlibatan semua pihak menjadi kunci keberhasilan penanggulangan bencana. Kita semua punya tanggung jawab bersama untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

PEMBICARA: Prof Dr Ir Syarifuddin Kadir MSi menjelaskan penyusunan RPKB saat FGD gelaran BPBD Banjar.
PEMBICARA: Prof Dr Ir Syarifuddin Kadir MSi menjelaskan penyusunan RPKB saat FGD gelaran BPBD Banjar.

FGD tersebut menghadirkan dua narasumber dari LPPM Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Prof Dr Ir Syarifuddin Kadir MSi menjelaskan penyusunan RPKB, sedangkan Dr Ichsan Ridwan SSi MKom memaparkan rencana kontijensi. Kedua materi ini diharapkan dapat memperkuat rencana mitigasi dan respons bencana di Kabupaten Banjar.


Agus juga menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk menyusun dokumen yang terkoordinasi dengan baik agar implementasinya bisa lebih efektif di lapangan.


"Kami ingin rencana ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diterapkan untuk meminimalkan dampak bencana tanah longsor," tuturnya.


Acara ini dibuka secara resmi oleh Kalak BPBD Kabupaten Banjar dan dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait, termasuk SKPD lingkup Pemkab Banjar, instansi vertikal, dan akademisi. Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Banjar berharap dapat memperkuat kesiapan daerah menghadapi ancaman tanah longsor yang kerap terjadi di wilayah rawan.

Editor : Nurhidayat
#bpbd banjar #tanah longsor #RPKB #pentahelix #rekon