Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dampak Proyek Revitalisasi Sungai Veteran Banjarmasin: Rekayasa Lalu Lintas Selama 7 Bulan, Jembatan Kecil Bakal Dibongkar

Riyad Dafhi Rizki • Rabu, 20 November 2024 | 10:02 WIB
DAMPAK PROYEK: Sebagian Jalan Veteran mulai ditutup untuk proyek revitalisasi Sungai Veteran Banjarmasin, Selasa (19/11) sore.
DAMPAK PROYEK: Sebagian Jalan Veteran mulai ditutup untuk proyek revitalisasi Sungai Veteran Banjarmasin, Selasa (19/11) sore.

BANJARMASIN – Tahap pertama proyek revitalisasi Sungai Veteran, Banjarmasin mulai dikerjakan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III selaku pelaksana proyek memprioritaskan peningkatan kapasitas sungai untuk memperkuat pengendalian banjir di Jalan Veteran.

Paket pekerjaan mencakup pelebaran dimensi sungai seluas 7-8 meter, dari area belakang Kelenteng Soetji Nurani sampai kawasan Simpang Ulin.

Termasuk pengadaan pompa dan pembangunan tiga pintu air di tiga titik: Sungai Veteran, Sungai Bilu, dan Sungai Gardu.

“Diharapkan ini menjadi pondasi penting bagi pengendalian aliran air di Sungai Veteran,” jelas Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Kalimantan III, Ridwan Fauzi, Selasa (19/11).

Sementara Jembatan Simpang Ulin di samping Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat akan direnovasi.

Sedangkan jembatan-jembatan kecil yang melintang di atas Sungai Veteran akan dibongkar.
Sebagai gantinya, BWS akan menyediakan jalan selebar empat meter sisi seberang sungai. "Bisa dilewati kendaraan," ujarnya.

Siring sungai sepanjang 600 meter yang sudah ada akan diperpanjang hingga 900 meter.

Proyek tahap pertama ini akan menyedot anggaran Rp209 miliar dan ditarget selesai pada tahun 2026. "Sekitar 700 hari kalender," tutupnya.

Selama pekerjaan berlangsung, lalu lintas di Jalan Veteran akan diberlakukan sistem buka tutup selama tujuh bulan.

Satlantas Polresta Banjarmasin dan Dinas Perhubungan Banjarmasin telah melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Veteran.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Banjarmasin, Febry Ghara Utama mengatakan saat ini sedang tahap uji coba.

"Kami uji coba dari pukul 07.00 hingga 08.00 Wita. Selama periode itu, kendaraan roda empat dilarang melintas dari arah Jembatan Merdeka menuju Pasar Kuripan. Jalur ini hanya dibolehkan untuk kendaraan roda dua," jelas Febry, kemarin.

"Kami telah mengevaluasi, memang ada beberapa titik yang mengalami kepadatan. Ke depan hal ini akan terus kami tinjau bersama Satlantas Polresta dan Balai Wilayah Sungai (BWS)," tambahnya.

Sistem buka tutup efektif berlaku mulai Kamis (21/11) dari pertigaan Sangga Lima sampai pertigaan kelenteng.

Jika muncul kemacetan parah, tak menutup kemungkinan akan diterapkan jalan satu arah.
Perlu diketahui, anggaran pengerjaan proyek revitalisasi Sungai Veteran berasal dari program dana hibah World Bank atau National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).

NUFReP adalah program hibah senilai USD400 juta dari World Bank, setara Rp6 triliun, yang dialokasikan untuk enam kota di Indonesia, termasuk Banjarmasin.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Lalu Lintas #proyek #banjarmasin #jembatan #Sungai #Normalisasi