Wilayah terdampak paling parah berada di Jalan Zafri Zamzam dan Jalan Cendrawasih, Banjarmasin Barat.
Senin (18/11) malam, kedalaman air di beberapa titik mencapai lutut orang dewasa.
Kondisi ini membuat banyak pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraan mereka yang mogok akibat terendam air.
Danil (25), warga Jalan Zafri Zamzam, menyatakan banjir kali ini lebih parah dibanding beberapa hari sebelumnya.
“Ini lebih dalam dari kemarin, mungkin karena hujan deras tadi. Biasanya kompleks di depan rumah saya tidak terendam, tapi malam ini air sampai ke sana,” ujar Danil yang sehari-hari mengelola toko kelontong.
Menurutnya, banjir musiman ini semakin memburuk dari tahun ke tahun.
“Sejak saya kecil, air pasang tiap tahun semakin tinggi. Kalau dibandingkan 10 tahun lalu, kedalamannya jauh lebih parah sekarang,” katanya.
Meski banjir ini sudah dianggap lumrah, Danil berharap pemerintah kota memberikan perhatian lebih untuk mengatasinya.
“Pengerukan sungai memang sudah dilakukan di beberapa tempat, tapi kalau bisa sungai di belakang rumah saya ini juga dikeruk. Selain itu, perlu ada sosialisasi agar warga tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.
Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Andy Putra menjelaskan pasang air laut pada awal pekan tadi mencapai 3 meter. Sehari sebelumnya setinggi 2,7 meter.
“Wilayah yang terdampak rob meliputi Banjarmasin Barat, Banjarmasin Utara, dan Banjarmasin Selatan. Ini memang area langganan banjir,” jelas Andy.
Berdasarkan prakiraan tabel ketinggian pasang air rob, puncak banjir akan berlangsung hingga 20 November 2024, sebelum mulai menurun perlahan mendekati akhir bulan.
Andy mengimbau warga di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait risiko korsleting.
“Pastikan stop kontak dan alat elektronik diletakkan di tempat yang aman dan lebih tinggi untuk mencegah bahaya,” tutup Andy.
Editor : Arief