Buaya tersebut tidak lagi terlihat, baik di kawasan Siring Desa Sungai Lembu maupun desa-desa di sekitarnya.
Umpan yang disiapkan dalam perangkap khusus juga belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan.
Kepala Desa Sungai Lembu, Rusniansyah, menjelaskan perubahan titik pemasangan perangkap telah dilakukan. Dua jenis perangkap digunakan untuk menangkap buaya.
Pertama, jaring sepanjang 55 meter. Kedua, perangkap berbahan kerangka besi dengan sistem penutup otomatis yang akan bekerja saat buaya menggigit umpan.
Awalnya, perangkap dipasang di tiga titik sekitar Masjid Apung Ziyadatul Abrar. Lokasi terbaru dipindahkan sekitar 800 meter ke arah barat.
“Sampai sekarang perangkapnya masih ada, walaupun umpannya semakin membusuk. Tapi itu bisa memancing buaya,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Ahad (17/11/2024).
Rusniansyah menjelaskan, koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memantau perangkap terus dilakukan hingga hari ini.
Sebelumnya, buaya terlihat di kamera drone di kawasan Masjid Apung Ziyadatul Abrar pada Jumat (8/11/2024) pagi.
Buaya juga tampak di dekat masjid pada Selasa (27/8/2024) malam. Video penampakannya viral di media sosial.
Buaya itu diduga terbawa arus laut atau mencari makan. BKSDA telah memasang plang peringatan di area tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.
Editor : Sutrisno