Kegiatan yang melibatkan mahasiswa, alumni, dan masyarakat setempat ini bertujuan melestarikan mangrove sekaligus menjadikan kawasan tersebut laboratorium lahan basah.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr Muhamad Rusmin Nuryadin SE MSi menegaskan pentingnya kolaborasi antara ULM dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lahan mangrove ini.
"Kami menitipkan lahan ini kepada masyarakat dan Kepala Desa Teluk Tamiang untuk dijaga bersama. Semoga bisa menjadi mitra yang bermanfaat bagi desa dan ULM,” ucapnya.
Dalam simbolisasi acara, Rusmin menyerahkan rompi kuning ULM kepada Kepala Desa Teluk Tamiang, Hendra, sebagai bentuk dukungan dan harapan untuk keberlanjutan program ini.
Kepala Desa Hendra mengapresiasi langkah ULM, menyebut kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian dan pariwisata desa.
“Kami berharap selain wisata seperti pantai di Teluk Tamiang, ke depan ada wisata mangrove. Mudah-mudahan laboratorium mangrove ini bisa terwujud dengan dukungan pemerintah daerah dan provinsi," ungkapnya.
Para mahasiswa ULM yang terlibat dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga merasakan manfaat kegiatan ini.
Mahasiswi Prodi Kehutanan ULM, angkatan 2021, menuturkan bahwa penanaman mangrove ini memberi pengalaman langsung, mulai dari survei lahan hingga pembibitan.
“Kami juga mengambil bibit dari masyarakat, sehingga bisa membantu perekonomian warga,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan ruang edukasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang tidak hanya bermanfaat bagi ULM, tetapi juga masyarakat lokal hingga tingkat internasional.
Editor : Nurhidayat