BANJARMASIN - Satu unit taman vertikal di Jalan Ahmad Yani km 3,5 Banjarmasin Timur roboh. Nyungsep ke dalam sungai seberang flyover.
Belum diketahui kapan peristiwa itu terjadi. "Saya lihat sudah masuk sungai sejak Sabtu lalu," kata warga sekitar, Budi, Senin (11/11).
"Tak tahu kenapa sampai roboh begitu," tambahnya.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pertamanan dan Sarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Fauzi Noor menduga angin kencang menjadi penyebab.
"Sudah saya arahkan petugas ke lapangan untuk mengecek," kata Fauzi, kemarin siang.
"Pohon saja bisa lapuk dan tumbang, begitu pula besi. Kita lihat apakah karena besi
penyangganya sudah keropos atau lantaran diterpa angin kencang," imbuhnya.
Kondisi taman vertikal itu akan dicek, apakah masih bisa diperbaiki. Tapi bila sudah rusak berat, maka tidak akan dipasang lagi. Karena jika dipaksakan bisa membahayakan pengguna jalan.
“Arahan Pak Kadis, petugas diminta mengecek semua taman vertikal yang ada. Jangan sampai makan korban. Kalau keropos lebih baik dilepas saja,” katanya.
Ditanya apakah DLH ada rencana menambah tanaman vertikal, Fauzi menjawab, keinginan itu ada tapi tetap tergantung kondisi keuangan daerah.
Untuk membuat satu taman vertikal dibutuhkan anggaran sekitar Rp25 juta sampai Rp30 juta, sudah termasuk tanamannya.
"Sampai saat ini belum dianggarkan untuk tahun 2025. Kalau ditunjang Komisi III DPRD sebagai mitra kerja, bisa dipertimbangkan ada penambahan," tutupnya.
Editor : Arief