BANJARBARU - Kajian Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (LPPM ULM) menemukan fakta baru mengenai pengembangan kawasan, pasca tragedi di tambang atau pendulangan intan di Pumpung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.
Hasil penelitian ini diketahui sudah diekspos kepada jajaran Pemko Banjarbaru di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Banjarbaru pada Kamis (7/11/2024) lalu.
Ketua Tim Peneliti LPPM ULM, Dr Eng Akbar Rahman mengatakan dalam penelitian itu ia menemukan fakta bahwa kawasan pasca-tambang di Cempaka memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya karena lokasi yang strategis berdekatan dengan Kawasan perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Potensi ini dapat diwujudkan melalui program pembenahan dan rehabilitasi, yang ditujukan untuk mengubah kawasan bekas tambang menjadi wilayah produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, penanganan area yang sudah ditinggalkan oleh aktivitas tambang memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan terpadu.
“Pendekatan yang komprehensif dan perencanaan yang terintegrasi sangat penting, terutama dalam penataan lingkungan yang ditinggalkan agar berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkapnya pada Radar Banjarmasin, Jumat (8/11/2024) sore.
Salah satu rekomendasi utama dari tim LPPM ULM, kata Akbar adalah penyusunan masterplan untuk pengembangan kawasan pasca-tambang di Cempaka.
Masterplan ini, jelas Akbar mengedepankan konsep ekowisata dan ekokreatif yang bertujuan membangun ekonomi dan kearifan lokal serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami merekomendasikan pengembangan ekowisata dan kawasan ekokreatif yang selaras dengan tata ruang kota Banjarbaru,” ujar Dosen Fakultas Teknik di ULM ini.
“Dengan cara ini, kami berharap masyarakat bisa terlibat dalam program wisata yang dapat membuka peluang ekonomi baru, tanpa harus bergantung lagi pada kegiatan tambang,” papar Akbar.
Selain itu, Akbar menyoroti pentingnya pelatihan dan edukasi masyarakat lokal agar mereka mampu memahami dan mengelola potensi alam yang ada di wilayah tersebut.
Melalui pendidikan yang berkesinambungan, masyarakat diharapkan memiliki bekal dalam pengembangan kesejahteraan serta lebih peduli terhadap lingkungan hidup dengan mampu menjaga keseimbangan ekosistem dalam jangka panjang.
“Program wisata pasca-tambang ini bisa menjadi jalan untuk meningkatkan ekonomi lokal, namun juga harus disertai edukasi agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Akbar mengungkapkan harapan agar kawasan Pumpung, Kecamatan Cempaka, tidak hanya tergantung pada sumber penghidupan ekonomi dari tambang tradisional tetapi juga memiliki lapangan pekerjaan alternatif bagi masyarakat lokal.
Dengan adanya diversifikasi ekonomi ini, masyarakat setempat bisa mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas tambang yang cenderung berdampak negatif terhadap lingkungan.
“Diperlukan waktu dan perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan ini, namun kami yakin bahwa dalam jangka panjang, kawasan ini bisa berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarbaru,” jelasnya.
“Tentu ini harus didukung dengan pembangunan infrastruktur yang menunjang kawasan ekowisata dan ekokreatif,” tambah Akbar.
Penelitian yang dilakukan LPPM ULM juga menyoroti potensi kawasan Pumpung sebagai destinasi wisata baru di Kalsel, yang berpotensi menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dalam kajian mereka, tim LPPM ULM melihat Pumpung sebagai lokasi strategis untuk pengembangan pariwisata, sejalan dengan tren wisata yang mengedepankan keberlanjutan dan keunikan lokal.
“Area Cempaka ke depannya akan diarahkan untuk menjadi kawasan wisata berkelanjutan, di mana masyarakat setempat juga disiapkan untuk mendukung upaya ini, sehingga ketergantungan pada aktivitas tambang bisa semakin berkurang,” pungkas Akbar.
Adanya hasil penelitian dan rekomendasi ini, diharapkan Cempaka dapat bertransformasi menjadi kawasan produktif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga bermanfaat secara ekonomi bagi Masyarakat Kota Banjarbaru dan sekitarnya.
Editor : Fauzan Ridhani