KPU Kalsel menyaring ketat para ahli yang bisa masuk menjadi tim perumus pertanyaan debat Pilgub Kalsel. Seperti apa prosesnya?
***
BANJARMASIN – Debat publik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel siap digelar di Ballroom Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (23/10) malam. Selain memaparkan visi dan misi termasuk saling adu argumen, akan ada sesi pertanyaan dari tim perumus.
Tim perumus di debat kali ini ada tujuh orang. Mereka berlatar profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat. KPU menegaskan, para tim perumus ini sudah dilakukan penyaringan untuk memastikan tak ada memiliki hubungan dengan pasangan calon maupun partai pengusul.
“Mereka (tim perumus, red) sudah dilakukan penyaringan sejak lama. Kami tegaskan mereka bekerja secara profesional dan tak berafiliasi dengan paslon maupun partai politik,” tegas Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, Selasa (22/20).
Tak asal tunjuk dan pilih, rekam jejaknya juga dilakukan pelacakan. Bahkan sebelum ditetapkan, nama-nama tim perumus disampaikan ke tim pasangan calon. Hal ini menghindari ketidaknetralan.
“Nama-nama tim perumus kami sodorkan juga ke tim pasangan calon. Mereka (tim paslon, red) turut melakukan penyaringan jika ditemukan tim perumus yang terindikasi tak netral,” papar Tenri.
“Tak hanya KPU yang menentukan dan menetapkan, tim perumus ini juga sudah disepakati bersama,” tambahnya.
Tenri menjamin tim perumus debat publik perdana Pilgub Kalsel ini memiliki kompetensi dan kepakaran sesuai tema yang diangkat. Termasuk mereka harus paham dengan kondisi Kalsel saat ini.
“Dengan pengalaman, ketokohan dan profesionalitas yang dimiliki para tim perumus, saya yakin debat nanti akan berbobot,” katanya.
Berikut nama-nama tim perumus tersebut. Pertama, ada nama Ahmadi Hasan sebagai Ketua MW KAHMI Kalsel. Selanjutnya ada nama Ahmad Yunani, Muhammad Fauzi Makki, Ahmad Syaufi, dan Yuanita Setyastuti (keempatnya akademisi ULM). Selain itu, ada nama Ani Cahyadi (akademisi UIN) dan M Anshari sebagai Ketua Dewan Penyandang Disabilitas Indonesia Kalsel yang juga Dosen STIT Darul Hijrah.
Seperti diketahui, tema yang diangkat adalah Pelayanan Inovatif dan Akselerasi Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Selatan. Dari tema besar itu ada lima sub tema yang akan dibahas dan dipaparkan saat adu argumen antar pasangan calon.
Lima sub tema itu adalah inovasi pelayanan, akselarasi pembangunan daerah, perlindungan dan pemenuhan hak kelompok rentan dan gender, problematika sosial di masyarakat, serta ketahanan pangan dan pemerataan pembangunan.
“Semua sub tema itu akan dipaparkan masing-masing pasangan calon. Setelah itu akan ditanggapi secara bergantian,” terang Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kalsel, Fahmi Failasopa, Senin (21/10).
Ia menjelaskan, dalam durasi debat selama 180 menit itu, terbagi enam segmen. Segmen pertama adalah penyampaian visi misi oleh masing-masing paslon. Segmen kedua dan ketiga berisi pendalaman visi dan misi oleh moderator dari hasil pertanyaan yang disusun tim perumus.
Segmen keempat, berisi penayangan video. Di penayangan video itu berisi juga pertanyaan kepada pasangan calon yang disampaikan moderator.
Sementara untuk segmen lima berisi tanya jawab antar pasangan calon. “Sesi terakhir, akan ada closing statement dari pasangan calon. Kedua pasangan akan diberi waktu dan porsi yang sama,” paparnya.
Untuk diketahui, debat ini akan disiarkan secara langsung. Baik di tv lokal maupun nasional. Selain itu, juga akan disiarkan secara langsung melalui laman YouTube KPU Kalsel mulai pukul 19.45 Wita. Selain sebagai wadah kampanye paslon, debat utamanya juga untuk melihat dan menilai kandidat melalui gagasan, ide dan solusi.
Daftar Perumus Debat Pilgub Kalsel
- Ahmadi Hasan (Ketua MW KAHMI Kalsel)
- Ahmad Yunani (Akademisi ULM)
- Muhammad Fauzi Makki (Akademisi ULM)
- Ahmad Syaufi (Akademisi ULM)
- Yuanita Setyastuti (Akademisi ULM). - Ani Cahyadi (Akademisi UIN)
- M Anshari (Akademisi STIT Darul Hijrah)
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief