Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Festival Gerbang Nusantara di Banjarbaru Dibuka dengan Permainan Tradisional Balogo

Muhammad Helmi • Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:45 WIB

 

Photo
Photo

BANJARBARU — Kelima perempuan berpakaian adat dari Sanggar Kemilau Intan itu tengah tampil dalam Tarian Air Guci. Terjadi saat pembukaan Pekan Budaya Banua Tahun 2024 dalam rangka Festival Gerbang Nusantara selama 5 hari di lapangan dr Murdjani Banjarbaru mulai Senin hingga Jumat, 21-25 Oktober 2024.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso membuka secara simbolis dengan memukul logo, alat permainan tradisional Banjar.

Pada gelaran Festival Gerbang Nusantara ini ditampilkan berbagai stand expo yang diisi UMKM lokal meliputi kerajinan, makanan, serta pertunjukan seni budaya Banua.

Festival Gerbang Nusantara ini dihadiri Pamong Budaya Ahli Madya Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek Nusi Lisabilla Estudiantin, Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan Suharyati. Tampak hadir juga Sekda Kota Banjarbaru, Muhammad Farhani, Dandim 1006/Banjar Letkol Kav Zulkifer Sembiring, Pasminlog Lanal Banjarmasin Mayor Laut Hary Nurdi, dan jajaran Forkopimda Kalsel, serta masyarakat sekitar. "Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pekan Budaya Banua ini bagian dari rangkaian Festival Gerbang Nusantara 2024," sebut Adi Santoso menyampaikan sambutan gubernur.

Pekan Budaya Banua merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi Republik Indonesia (Dirjen Kemendikbudristek RI) melalui program jalur rempah.

Adi Santoso menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat baik dalam melestarikan warisan budaya nusantara, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga, serta melindungi kekayaan budaya daerah. "Pekan Budaya Banua bukan hanya sekadar acara seremonial. Namun lebih dari itu, kegiatan ini adalah upaya bersama untuk menjaga identitas dan jati diri kita, sebagai bangsa yang kaya akan budaya," ucap Adi Santoso.

Menurutnya, budaya bukan hanya tradisi masa lalu, tetapi juga warisan berharga yang harus terus hidup. Bahkan, baginya masih relevan bagi generasi masa kini dan mendatang, baik itu berbentuk benda maupun tak benda.

Adi Santoso ingin Pekan Budaya Banua menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter dan kepribadian bangsa. "Tentu saja, Festival Gerbang Nusantara yang terintegrasi dengan program jalur rempah ini mengingatkan kita akan pentingnya sejarah peradaban maritim nusantara. Dan pernah menjadi pusat perdagangan dunia dan penyebaran budaya," jelasnya.

Adi mengatakan bahwa kekayaan budaya daerah merupakan warisan nenek moyang terdahulu, sehingga nilai ini penting untuk ditanamkan kepada generasi sekarang. "Marilah kita jadikan momentum ini untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya kita, menghargai warisan nenek moyang, dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda kita," tegasnya.

Nusi Lisabilla Estudiantin menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program unggulan yaitu jalur rempah nasional yang berkaitan dengan sosialisasi dan destinasi. Tak hanya soal perdagangan saja, menurutnya jalur rempah sebagai transfer ilmu pengetahuan antara sosial, budaya, bahasa, keahlian, keterampilan dan agama. "Jalur rempah tak hanya sebatas perdagangan semata, tetapi penghubung antar budaya. Memiliki keberagamaan di Indonesia, tentu perlu kita pertahankan," tegasnya.

Nusi Lisabilla juga mengatakan lewat kegiatan Festival Gerbang Nusantara ini sebagai bentuk melestarikan dan menjaga warisan dunia. Dengan begitu, mendorong pemerintah daerah agar saling bersinergi dalam merealisasikan program yang dicanangkan tersebut. Nantinya juga akan digelar sebuah workshop, seminar, hingga residensi. "Kita harapkan, program ini berkelanjutan dan membawa dampak luas bagi masyarakat luas, sehingga nanti kita akan terus bersinergi dengan pemerintahan baru di bawah Kementerian Kebudayaan, Pimpinan Bapak Fadli Zon. Kiranya, semangat Kebudayaan terus berlanjut," tuntasnya.

 

Editor : Muhammad Helmi
#Pemprov Kalsel