Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Banjarbaru, Dipengaruhi Iklim Global

M Fadlan Zakiri • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 14:54 WIB
MENDUNG: Gumpalan awan mendung menutupi langit Kota Banjarbaru, Jumat (18/10). BMKG peringatkan cuaca ekstrem di kota ini.
MENDUNG: Gumpalan awan mendung menutupi langit Kota Banjarbaru, Jumat (18/10). BMKG peringatkan cuaca ekstrem di kota ini.

BANJARBARU - Dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Banjarbaru.

Kondisi tersebut sejalan dengan peringatan dini dalam prospek cuaca yang dikeluarkan BMKG Kalsel beberapa waktu lalu.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rimelda Yuni Hasteti menyampaikan, Kota Banjarbaru menjadi salah satu daerah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

Ia menyebut, pada Sabtu (19/10) hari ini misalnya, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada siang atau sore di Banjarbaru. "Besok (hari ini) wilayah yang diperkirakan terdampak adalah Cempaka, Landasan Ulin dan Liang Anggang," sebutnya.

Kondisi itu, jelas Yuni, diprediksi kembali terjadi pada Minggu (20/10). "Sehingga masyarakat harus berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah," imbaunya.

Lantas, apakah kondisi cuaca yang merundung Kalsel saat ini pertanda bahwa musim hujan sudah masuk?

Terkait hal itu, Analis Iklim Staklim Kelas I Banjarbaru BMKG Kalsel, Muhammad Arif Rahman mengaku belum bisa memastikan apakah memang sudah masuk musim hujan atau belum. “Saat ini kami di BMKG masih memonitor kondisi curah hujan di Kalsel. Sangat berpotensi Kalsel memasuki awal musim hujan pada Oktober 2024,” kata Arif.

Meski demikian, pihaknya memerlukan data satu dasarian lagi untuk resmi menyatakan Kalsel sudah memasuki musim hujan. “Jika sesuai fakta di lapangan. Kami masih menyatakan saat ini kita dalam masa pancaroba atau peralihan ke musim hujan,” tukasnya. (zkr/el/ris)

TERJANG HUJAN: Pengendara motor nekat menerjang hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjarbaru pada Rabu (16/10).
TERJANG HUJAN: Pengendara motor nekat menerjang hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjarbaru pada Rabu (16/10).

Dipengaruhi Iklim Global dan Regional

Mengenai cuaca pada musim peralihan ini, Analis Iklim Staklim Kelas I Banjarbaru BMKG Kalsel, Muhammad Arif Rahman mengatakan, hujan yang turun dipengaruhi oleh fenomena iklim global dan regional.

Ia menyebut, anomali suhu muka laut di Samudera Hindia (IOD), anomali perbedaan tekanan udara antara Tahiti dan Darwin yang menunjukan pola pergerakan massa udara (SOI), anomali suhu muka air laut di Samudera Pasifik bagian Tengah (Nino 3.4), dan variabilitas sub-musiman (MJO) terpantau aktif di wilayah maritim Indonesia. "Sehingga cukup signifikan terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia," sebutnya.

Kondisi ini akan ditambah dengan aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial yang diperkirakan aktif di Samudera Hindia sebelah barat Lampung dan Laut Andaman dalam sepekan ke depan.

Di sisi lain, gelombang atmosfer Kelvin diprediksi aktif di sebagian wilayah Sumatera, bagian selatan Kalimantan, Samudera Hindia sebelah barat Banten, perairan barat dan utara Aceh, serta Laut Cina Selatan.

“Aktivitas atmosfer ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut. Termasuk wilayah Kalimantan Selatan juga terdampak adanya peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan,” jelas Arif.

Editor : Arief
#hujan #banjarbaru #iklim #bmkg #cuaca