Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Walaupun Bahu Perih Semangat Anak Anak Ini Tidak Luntur Sampai Bisa Menaklukkan Panjat Pinang di Pantai Gedambaan .

Jumain Radar Banjarmasin • Selasa, 15 Oktober 2024 | 15:06 WIB
PERJUANGAN: Kegigihan anak anak Desa Gedambaan naik pinang di pinggir pantai. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.
PERJUANGAN: Kegigihan anak anak Desa Gedambaan naik pinang di pinggir pantai. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.

KOTABARU - Keseruan panjat pinang anak- anak di Pantai Gedambaan, menggambarkan kerja sama, perjuangan dan menyusun strategi yang penuh berkesan, Minggu (13/10).
Saat itu, Pantai Gedambaan dipenuhi orang. Ada yang hanya sekadar berwisata ada juga datang mengantarkan anak anaknya untuk mengikuti rangkaian acara Event yang diadakan Disparpora Kotabaru.

Dari sekian banyaknya perlombaan dan permainan, penulis fokus melihat panjat pinang anak anak yang penuh perjuangan hingga berdarah darah.

Dalam panjat pinang itu, anak anak asli Desa Gedambaan ini membentuk kelompok yang berisikan enam orang. Dari enam orang ini semuanya masih duduk dibangku Sekolah Dasar.

Untuk postur tubuh mereka juga beragam, ada yang kurus, gempal dan ideal.

Dari pantauan penulis di lapangan, anak anak ini penuh perjuangan menaiki pinang yang diatasnya penuh dengan hadiah yang tidak seberapa.

Jatuh bangun dirasakan anak-anak ini. Bahkan dari enam orang ini, tiga diantaranya sampai kesakitan di bahunya.

Alasannya beragam, ada yang perih karena gesekan pasir yang diinjak sampai dengan merasa keseleo.

Raut wajahnya pun berubah ubah, mereka terkadang saling menyalahkan. Sampai satu jam berlalu mereka memilih istirahat sejenak sambil berendam di air laut pinggir pantai.

Mereka terlihat berdiskusi. Saat kembali di hadapan pinang yang penuh oli ini, satu anak anak mengambil bajunya dan mengelap pohon pinang yang penuh oli itu.

“Tidak apa saya rugi baju, yang penting kami bisa ambil hadiah,” semangatnya saat ditanyai Radar Banjarmasin.

Usai mengelap, mereka lanjut kerjasama, perih di bahu ia lapis dengan baju yang basah untuk mengurangi rasa sakit.

PERJUANGAN: Kegigihan anak anak Desa Gedambaan naik pinang di pinggir pantai. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.
PERJUANGAN: Kegigihan anak anak Desa Gedambaan naik pinang di pinggir pantai. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.

Wajah anak-anak yang jadi jangkar (paling bawah) terlihat mengkerut, menahan beban temannya yang ingin sampai ke puncak.

Setelah empat kali jatuh bangun, temannya sampai di puncak. Namun, anak itu tidak sanggup menggantung dan kembali ter melorot ke bawah.

Akhirnya, anak anak ini kembali istirahat kurang lebih 10 menit. Disitu juga penonton yang melihat membelikan es teh untuk mereka.

Es teh itu pun mereka minum sampai habis. Dan es yang sisa diambilnya untuk dijadikan pendingin bahunya yang semakin sakit.

Satu dari mereka bahkan ada yang memilih menyerah. Membuat saling sahut.

“Masa menyerah, kita sudah lapah (lelah) sampai sakit masa tidak sampai dapat,” motivasi salah satu anak anak itu.

Mendengar hal itu, salah satu temannya yang bertubuh gempal yang ditugaskan hanya menjaga pakaian ikut turun tangan.

“Saya umpat (ikut) jadi jangkar,” ucapnya sambil melepas baju yang dipakainya.

Kemudian, mereka kembali menaiki pinang itu, dan alhasil dengan jangkar kekuatan baru mereka berhasil sampai puncak dan langsung mengambil bendera Merah Putih sebagai lambang kemenangannya.

Sedangkan, yang lain berada dibawah saling bersorak. “Yee, akhirnya sampai tidak rugi kita bagi rata,” senangnya seakan tidak ingat lagi rasa perih di bahunya.

Nasar salah satu masyarakat yang melihat kegigihan anak anak ini sangat senang. Karena mereka berjuang sampai sukses pantang menyerah.

“Alhamdulillah mereka sampai, sangat kasihan kalau tidak sampai karena perjuangannya sangat luar biasa,” salutnya.

Sedangkan, Rudi Nugraha Kabid Event dan Pertunjukan Disparpora Kotabaru menjelaskan, panjat pinang ini merupakan bagian dari Festival Kreativitas Anak Kampung Laut yang diadakannya.

“Alhamdulillah permainan ini tidak hanya ada di bulan Agustus, mereka bisa bermain permainan orang tuanya dulu,” bangganya.

Selain itu, disampaikan Rudi, selain panjat pinang mereka juga menyediakan permainan Saman, Dagu Daguan, Kelereng, Lompat Tali dan lain lainnya.

“Inshaallah tahun depan kita akan buat yang lebih ramai lagi. Anak anak kita perkenalkan lagi permainan dulu dan kita ajak meninggalkan gadget satu hari,” ucapnya.
Editor: Arif Subekti

Editor : Arif Subekti
#Kotabaru #Anak #pantai #Kalsel