Patroli ini dilakukan bersama Satuan Tugas Tambang Ilegal (Satgas Peti) PT Antang Gunung Meratus (AGM), yang bertugas memantau wilayah konsesi PKP2B milik perusahaan tersebut.
Untuk memperkuat pengawasan, tim gabungan juga menggunakan drone guna memantau aktivitas dari udara.
"Dari hasil pemantauan menggunakan drone, diduga ada aktivitas tambang ilegal, namun berada di luar wilayah konsesi perusahaan," ungkap Advokat PT AGM, Suhardi.
Suhardi menegaskan bahwa potensi tambang ilegal masuk ke wilayah konsesi perusahaan selalu ada, sehingga pihaknya telah memasang portal besi untuk mencegah truk pengangkut batu bara ilegal masuk ke jalan hauling perusahaan.
"Kami sudah membuat beberapa portal besi di titik-titik tertentu agar truk batu bara ilegal tidak bisa lewat," tambahnya.
Tak hanya itu, patroli rutin juga terus dilakukan oleh tim gabungan untuk memastikan tidak ada aktivitas tambang ilegal di wilayah konsesi PT AGM.
“Jika ditemukan aktivitas tambang ilegal, Dit Pamobvit bersama Satgas akan bertindak tegas. Ini adalah instruksi dari Komisaris Utama kami, Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti,” lanjut Suhardi.
Kompol Rokhim S, Perwira Pengendali Pengamanan Objek Vital Polda Kalsel, menjelaskan bahwa patroli dilakukan setiap hari, baik pagi, siang, maupun malam.
"Kami rutin melakukan patroli untuk memantau aktivitas tambang ilegal," ujar Kompol Rokhim.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa aktivitas tambang ilegal yang terdeteksi melibatkan kelompok yang menggunakan karung untuk mengangkut hasil tambang, atau langsung menggunakan alat berat di lokasi.
"Mereka biasanya beroperasi dalam kelompok," jelasnya.
Kompol Rokhim menambahkan bahwa aktivitas tambang ilegal sering terjadi di luar konsesi PT AGM, namun mereka masih memanfaatkan jalan hauling perusahaan. “Akses ini yang kami blokir dengan memasang portal,” tegasnya.
Editor : M. Ramli Arisno