Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kadinkes HSU: Implementasi Sedekah Protein Hewani Cegah Stunting Disambut Antusias Warga

M Akbar Radar Banjarmasin • Senin, 14 Oktober 2024 | 08:13 WIB
EDUKASI: Kepala Dinkes HSU dr Moch Yandi Friyadi, (kiri) terangkan pentingnya telur dalam pemenuhan gizi anak mencegah stunting di wilayah Desa Murung Panti Hilir, Kecamatan Babirik, Jumat (11/10).
EDUKASI: Kepala Dinkes HSU dr Moch Yandi Friyadi, (kiri) terangkan pentingnya telur dalam pemenuhan gizi anak mencegah stunting di wilayah Desa Murung Panti Hilir, Kecamatan Babirik, Jumat (11/10).

AMUNTAI - Seribuan lebih telur Itik dibagikan ke warga Desa Murung Panti Hilir dan Desa Sungai Durait Tengah, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Program ini dinamai Sedekah Protein Hewani, sumber telur kepada ibu hamil, menyusui dan memiliki balita pada Desa Murung Panti Hilir yang merupakan sasaran cegah stunting, Jumat (11/10).

Kegiatan ini dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU, dr Moch Yandi Friyadi, dan dihadiri unsur pimpinan kecamatan dan kepala desa lokasi program.

Kepala Dinkes HSU dr Moch Yandi Friyadi, M.MKes, menyampaikan implementasi proyek perubahan Gerakan Masyarakat Peduli Stunting atau GAS PUL STUNTING, salah satunya sedekah protein hewani.

Protein yang dipilih yakni telur Itik yang dinilai memiliki kandungan gizi yang baik untuk tumbuh kembang balita dalam mencegah kasus Stunting terjadi di wilayah Kecamatan Babirik, khususnya.

Diungkapkan dr Moch Yandi, pihaknya terus
berkomitmen dalam menurunkan kasus stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Alhamdulillah kaum ibu begitu antusias di lokasi sedekah protein pada Jumat tadi, di Desa Murung Panti Hilir, dalam gerakan cegah stunting” ujarnya pada media ini Minggu (13/10/2024).

Lanjut mantan Direktur RSUD Pambalah Batung Amuntai ini, mengungkapkan, bahwa mencegah stunting, tentunya ibu hamil dan ibu menyusui dan balita perlu asupan gizi yang seimbang yang dapat ditemukan dengan mudah di daerah ini.

“Gizi seimbang bisa didapatkan dari sekitar dan paling murah menggunakan protein sumber hewani seperti telur Itik dan ayam,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, dr Moch Yandi juga memboyong tim gizi dari Dinkes HSU, dimana mempraktekkan pembuatan pentol goreng non MSG atau penyedap rasa.

Namun dengan hanya menggunakan bumbu dapur yang sederhana sambungnya, seperti bawang putih, garam serta bumbu lainnya dan telur, para ibu mampu menyajikan camilan yang bergizi pada anaknya.

“Jadi ibu tidak membiasakan diri memberikan jajanan pentol goreng namun membuat sendiri pentol goreng dengan bahan yang lebih aman dan bergizi,” ungkap Yandi saat itu.

Sementara itu, Kepala Desa Murung Panti Hilir Gazali Rahman, menyampaikan, mendukung implementasi proyek perubahan lewat sedekah protein hewani tersebut.

“Warga kami lebih paham bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Tapi cukup bahan baku yang banyak tersedia di daerah kami, mampu menyajikan makanan maupun jajanan murah namun bergizi,” dukungnya.

Diketahui pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan komitmen bersama unsur pimpinan kecamatan seperti Koramil Babirik, kecamatan dan desa, termasuk kader posyandu yang ada di desa program.

Editor : Muhammad Helmi
#Pemkab HSU