Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Inilah Objek Wisata Baru di Kalsel Khusus Dikelola Perorangan Hingga Pokdarwis

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 7 Oktober 2024 | 12:43 WIB
Wisata Riam Alai Rafting di Desa Nateh
Wisata Riam Alai Rafting di Desa Nateh

Objek wisata di Kalsel tumbuh di mana-mana. Menyajikan pemandangan pantai, pendakian gunung, atraksi di sungai, agrowisata, wahana air, hingga kebun binatang mini. Berikut ini beragam objek wisata yang diperjuangkan dan dikelola perorangan maupun pokdarwis.

         *******
Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang, Tanah Bumbu, terpilih sebagai finalis 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Ajang yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini diikuti lebih dari 6.000 nominasi dari seluruh Indonesia. Desa ini berhasil mewakili Kalsel.

Daya tarik utama Desa Batulicin Irigasi adalah Agro Techno Park. Tempat ini berfungsi sebagai pusat pengembangan pertanian dan pelayanan teknologi pertanian.

Desa ini memanfaatkan potensi tanah untuk menciptakan wisata agro dengan memberdayakan pekarangan masyarakat dan membangun ekonomi berkelanjutan.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu, Ari Herlianto mengatakan Desa Batulicin Irigasi merupakan destinasi wisata yang dikelola masyarakat. Bukan dikelola pemeritah. Desa ini dinilai berpotensi besar menarik wisatawan ke Tanah Bumbu.

Fasilitasnya meliputi taman edukasi, rumah singgah, sarana olahraga, kolam pemancingan, dan kebun buah seperti anggur, jambu kristal, durian, serta alpukat. Rest area wisata dengan konsep multifungsi pertanian juga menambah daya tarik desa ini.

Berwisata di Pantai

Hampir setiap tahun objek wisata baru muncul di Tanah Laut (Tala). Sebagian besar muncul wisata pantai. Pengelolaannya dilakukan pihak swasta dan pokdarwis.

Di tahun 2024 ini, salah satunya adalah Pantai Borneo Beach Jorong. Lokasinya di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong.

Photo
Photo

Wisata yang berjarak 32 kilometer dari pusat Kota Pelaihari ini dikelola oleh pengusaha asal Asam-Asam, Haji Sunarto.

Meski baru, fasilitasnya tak kalah dengan yang dikelola oleh pemerintah. Beberapa fasilitas unggulan di sana di antaranya sepeda, glamping, gazebo, BBQ, Kano, dan jogging track.

Sementara untuk fasilitas dasar sudah tersedia.

Berhubung masih baru, pepohonan di lokasi ini belum rindang lantaran baru ditanam. Namun hal itu bisa teratasi dengan adanya gazebo yang tersebar di sepanjang pantai.

Kalau tak ingin lelah menyusuri pantai, pengunjung bisa memanfaatkan sepeda yang disediakan pengelola. Ditambah jalan di sana juga sudah dipasang paving blok.

Selain itu pihak pengelola juga menyediakan tempat BBQ.

Paling berbeda, di Pantai Borneo Beach Jorong ada danau cinta. Jadi wisatawan tak cuma menikmati pantai, juga bisa menikmati danau sembari bermain kano.

Namun, untuk masuk ke Pantai Borneo Beach Jorong ini dikenakan biaya alias tidak gratis. Kalau mau yang gratisan, bisa datang ke Kotabaru. Contoh wisata pantai gratisan yang dikelola masyarakat adalah Pantai Teluk Gosong di Kecamatan Pulau Laut Timur. Untuk menuju ke wisata ini, dari Siring Laut di pusat kota, pengunjung bisa menempuh perjalanan sekitar 15-20 menit arah ke Pantai Gedambaan. Setelah depan pantai Gedambaan, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan sekitar 100-200 meter menuju Desa Teluk Gosong. Pengunjung sudah bisa memilih tempat.

Seperti Sabtu (5/10) sore, di pantai ini terlihat pasangan muda mudi maupun bersama keluarga sedang duduk santai. Mereka terlihat menikmati mi goreng campur telur dan es kelapa. Saat dicoba, rasanya sangat nikmat, ditambah hembusan angin dan bunyi ombak yang sangat menenangkan. Harganya makanan plus minuman hanya Rp15 ribu saja.

Terlihat juga anak-anak mandi diawasi orang tuanya. Mereka terlihat senang berlibur ke sini.
Yori termasuk senang bersantai di Pantai Teluk Gosong ini. “Di sini sangat alami, tanpa sentuhan macam-macam. Apalagi harga makanan sangat murah,” ucapnya salut.

Yori berharap Teluk Gosong ini tetap tampil apa adanya, supaya menunjukkan keasrian pantai.
Selain masih alami, Irma menikmati pantai ini karena ketenangannya. “Jujur, di sini sangat nyaman dan buat tenang,” senangnya. 

Di wisata ini disediakan pondok kecil menghadap laut. Ini sering digunakan untuk tempat makan dan mengobrol.

Pantai di sini berwarna putih dan sangat halus, sangat cocok untuk anak bermain.

Walaupun dikelola masyarakat, Pantai Teluk Gosong juga disediakan WC umum. Tentu ini juga gratis, dan air yang langsung mengalir dari gunung.

Pantai ini pengelolanya adalah pemilik warung. Ia rela menyediakan berbagai fasilitas itu untuk menunjang dagangannya.

Bermain di Wahana Air

Di Hulu Sungai Utara, ada salah satu wisata non pemerintah yang cukup terkenal di Kota Amuntai. Namanya Melati Waterboom. Wahana air kekinian ini terletak di Jalan Abdul Gani Majidi, Kelurahan Paliwara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU.

Photo
Photo

Waterboom ini sudah ada sejak akhir 2015, dan bertahan sampai saat ini. Bahkan, wahana ini menjadi yang pertama di Banua Enam.

Namun, bukan sebuah waterboom besar. Hanya mini waterboom. Meski mini, tak kalah dengan waterboom besar. Mulai kolam kecil atau bayi, sampai dewasa.

Belum lagi perosotan dan tong air besar yang merupakan ciri dari wahana air juga ada di waterboom ini.

Waterboom dikelola secara baik oleh Mina. Owner dari wahana air ini menceritakan ide tempat ini hasil diskusi bersama suaminya. Supaya warga Amuntai tak perlu jauh harus ke Kota Banjarmasin untuk bermain di wahana air. “Dulu rumah makan yang berada di atas kolam ikan. Nah kita ubah konsep menjadi rumah makan yang juga ada wahana air atau waterboom,” ujarnya.

Sampai sekarang wisata air dikelola keluarga ini terus berlanjut. Fasilitas yang disediakan mulai toko camilan, toko pakaian khusus untuk berenang, WC, tempat bilas, sampai ganti pakaian.

Tersedia juga kursi panjang di bagian dalam, sedangkan di bagian luar ada rumah makan sampai cafe yang estetik.

Bahkan untuk pelancong jauh disediakan menu burung Belibis di cafe maupun rumah makan di Waterboom ini. Fasilitas wahana yang ada di kolam ada kolam slide berputar, slide lurus, slide anak-anak, inverted bucket, kiddie area, shower dolphins, shower bow dan lainnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten HSU, Syaifullah menyambut baik warga di daerah ini berusaha di bidang pariwisata. “Kami tentu mengapresiasi masyarakat yang mengelola lokasi pariwisata mereka secara mandiri. Ini jadi daya tarik daerah, selain lokasi wisata dikelola oleh pemerintah daerah,” dukungnya.

Mini Zoo

Destinasi wisata yang dikelola masyarakat atau komunitas lokal sering kali kurang dikenal, tetapi menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Sejumlah destinasi wisata yang tidak dikelola Pemkab Balangan antara lain Batu Badinding di Desa Liyu dari Kecamatan Halong, Batarius di Desa Mamigang (Halong), air terjun Tayak di Desa Uren (Halong), air terjun Sidando di Desa Puyun (Halong), Gua Gunung Batu Sungsum (Halong), hingga Mini Zoo di Desa Halong.

Salah satu destinasi wisata yang berpotensi mendatangkan wisatawan adalah Mini Zoo di Desa Halong. Destinasi wisata edukasi yang tengah viral ini dibuka setahun lalu. Dikelola oleh Firman, bersama istrinya dan beberapa staf.

Mini Zoo ini juga melibatkan anak-anak mereka dalam kegiatan sehari-hari. Tempat ini menawarkan berbagai koleksi satwa, mulai dari hewan liar hingga jinak. Termasuk burung, primata, reptil, dan mamalia.

Awalnya, Firman hanya fokus pada pemeliharaan ular. Ketertarikan ini membuatnya mengikuti pelatihan dan bergabung dengan komunitas pencinta ular di Indonesia.

"Kecintaan saya terhadap ular muncul karena orang tua saya takut pada hewan ini. Ketakutan mereka justru mendorong saya untuk lebih mengenalnya," kata Firman.

Dengan koleksi satwa yang terus berkembang, Firman memutuskan untuk membuka Mini Zoo sebagai wadah edukasi bagi masyarakat.

"Saya ingin masyarakat tahu tentang jenis ular dan tidak membunuhnya, serta memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang berbagai hewan seperti burung dan kelinci," tambahnya.

Mini Zoo seluas 20 x 15 meter ini tidak memungut biaya masuk. Tetapi pengunjung dapat memberikan donasi sukarela untuk kesejahteraan hewan. Istri Firman juga menjual makanan dan minuman untuk pengunjung.

Tempat ini dirancang menyerupai kafe, dengan berbagai kandang yang tertata rapi. Terdapat area parkir yang cukup untuk mobil dan motor, serta tempat duduk, gazebo, dan kolam ikan untuk anak-anak.

Mini Zoo juga memiliki unggas langka, termasuk burung Enggang. Ada dua burung Enggang yang dipelihara di sana. "Burung ini titipan teman di Kalimantan Tengah, yang menemukannya saat menebang pohon," ujar Firman.

Koleksi lainnya termasuk elang, merpati kipas, iguana, dan tupai terbang. Beberapa satwa bisa dipegang oleh pengunjung. Sementara yang berbahaya hanya boleh dilihat dari jarak aman.

"Dengan dedikasi ini, Mini Zoo Halong bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga sumber edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat," yakinnya.

Bagi yang ingin melihat bekantan, bisa berwisata ke Pulau Curiak dan Mangrove Rambai. Dua lokasi wisata yang dikelola masyarakat di Kecamatan Anjir Muara, Desa Anjir Serapat Baru, Batola.

Pulau Curiak dikelola Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Pulau seluas 3,9 hektare ini terletak di tengah Sungai Barito. Pulau Curiak dijadikan tempat konservasi dan pelestarian Bekantan dan berdekatan dengan wisata Mangrove Rambai yang sama-sama berlokasi di Desa Anjir Serapat Baru.

"Pulau Curiak dan Mangrove Rambai yang banyak diminati oleh wisatawan lokal dan asing," ungkap Kabid Pariwisata pada Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Batola, Sri Minarni.

Selain itu, satu tempat wisata lainnya yang dikelola masyarakat juga banyak diminati adalah wisata religi Kubah Abdussamad yang berlokasi di Kota Marabahan.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Wisata #Indepth #Destinasi #sumber daya