Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ternyata Tidak Mudah Mengelola Objek Wisata Baru di Kalsel Secara Mandiri, Ini Tantangannya

Ibnu Dwi Wahyudi • Senin, 7 Oktober 2024 | 12:30 WIB

 

TANTANGAN PENGELOLA: Riam Bidadari di Desa Lumbang, Muara Uya ramai dikunjungi pada akhir pekan.
TANTANGAN PENGELOLA: Riam Bidadari di Desa Lumbang, Muara Uya ramai dikunjungi pada akhir pekan.

Tabalong memiliki Riam Bidadari. Wisata alam berupa pemandangan perbukitan dan aliran sungai jernih bebatuan. Lokasinya di Desa Lumbang, Kecamatan Muara Uya.

Baru tiga tahun ini dikelola, sejak 2021 lalu. Setiap akhir pekannya cukup banyak mendapatkan kunjungan wisatawan lokal. "Kalau akhir pekan kaya ini sekitar seribu orang pengunjung," kata Ketua Pokdarwis Riam Bidadari, Fahri, Minggu (6/10).

Ia mengakui cukup berat menjalankan bisnis wisata alam dengan menyediakan fasilitas berupa tenda dan peralatan kemping. Gali lubang, tutup lubang.

Tarif masuk Riam Bidadari masih sama sejak awal dibuka. Rp15 ribu perorang.

Fahri mengaku kas belum juga mampu untuk merawat lokasi objek wisata. Bantuan pemerintah dan perusahaan diharapkan memberi perhatian. "Memang ada mau dibantu WC sama pemerintah. Dua bangunan untuk laki-laki, dan dua untuk WC perempuan. Tapi sampai sekarang belum," ujarnya.

Selama ini, permohonan bantuan hanya lewat mulut ke mulut. Ketika ada pejabat di wilayah setempat, mereka mengajukannya. Tapi, belum juga ada realisasi.

Selain fisik, pelatihan bagi Pokdarwis juga sangat diharapkan Fahri. Mengingat pengelolaan butuh manajemen yang tepat.

Tidak gampangnya mengelola tempat wisata juga dialami di wisata Riam Alai Rafting. Tempat ini pernah mengalami mati suri beberapa kali, karena pengelolaannya dilakukan swadaya oleh masyarakat setempat. Sekarang wisata Riam Alai Rafting kembali bangkit.

Pihaknya berharap pemerintah daerah membantu melakukan penyediaan fasilitas ataupun sekadar promosi di media sosial. "Hasil promosi masih kurang," ungkap Alif salah satu pengelola wisata. Dengan bantuan promosi pemerintah, pengelola berharap kunjungan wisatawan ke Riam Alai Rafting semakin bertambah.

Kadispora HST, H Ramadlan mengatakan pihaknya telah melakukan pembinaan kepada kelompok sadar wisata di Desa Nateh. Tujuannya untuk mendongkrak kemajuan wisata. "Pokdarwis di sana sebagian sudah kita berikan pelatihan. Bisa kita berikan kesempatan promosi melalui Instagram kita (Dispora). Ini kita mau garap buku panduan wisata, salah satunya di Nateh," katanya.

Soal bantuan fasilitas tempat wisata, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu. "Kita pelajari dulu proposal yang diajukan, dengan pertimbangan fleksibel sesuai ketentuan dan tersedia anggaran," katanya, ketika dikonfirmasi tadi malam.

Sejumlah catatan penting terkait pengelolaan wisata juga diberikan tim penilai ADWI 2024 saat melakukan kunjungan ke Agro Techno Park di Desa Batulicin Irigasi pada 8 Agustus 2024. Tim penilai menyarankan pengelola wisata tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Menurut mereka, banyak fasilitas bisa tidak terpakai jika tidak ada perencanaan matang, terutama terkait SDM, promosi, dan rencana bisnis.

Salah satu kekurangan yang disoroti adalah belum adanya pemandu wisata. Padahal kehadiran pemandu sangat diperlukan agar bisa bersaing dengan destinasi wisata lain, baik di dalam maupun luar negeri.

Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Florida Pardosi menyoroti kelembagaan dan SDM sebagai kelemahan utama desa wisata. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pokdarwis, BumDes, dan Karang Taruna untuk memperkuat kelembagaan desa.

Selain itu, Florida menekankan perlunya partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. “Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa sektor pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Ini yang sering menjadi tantangan,” kata Florida.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Tabalong #Wisata #Indepth #hulu sungai tengah #Destinasi #sumber daya