Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menggali Cerita Lama Warisan Sejarah dan Budaya Lokal, SMAN 1 Paringin Gelar Tualang Cagar Budaya

M Dirga • Kamis, 3 Oktober 2024 | 17:59 WIB
FOTO BARENG:Para siswa SMAN 1 Paringin antusias mengikuti kegiatan Tualang Cagar Budaya di Rumah Batu Muara Ninian.(Foto:Kurniawan untuk Radar Banjarmasin)
FOTO BARENG:Para siswa SMAN 1 Paringin antusias mengikuti kegiatan Tualang Cagar Budaya di Rumah Batu Muara Ninian.(Foto:Kurniawan untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN - SMAN 1 Paringin menggelar kegiatan Tualang Cagar Budaya yang merupakan bagian dari praktik lapangan dalam mata pelajaran Sejarah, Kamis (3/10/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa tentang pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta budaya lokal.

Dalam rangkaian kegiatan ini, siswa mengunjungi dua situs bersejarah yang kaya akan nilai sejarah.

Pertama, mereka menjelajahi Rumah Batu, sebuah bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1926 di Desa Muara Ninian, Kecamatan Juai.

Rumah ini merupakan peninggalan seorang pengusaha karet ini, yang mengusung arsitektur Eropa.

Dulunya rumah ini digunakan sebagai pos TNI/POLRI untuk menjaga keamanan dari gangguan gerakan DI/TII yang dipimpin oleh Ibnu Hajar pada tahun 1959-1963.

Selanjutnya, siswa mengunjungi Benteng Tundakan yang terletak di Desa Tundakan, Kecamatan Awayan. Benteng ini menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat Balangan dalam melawan penjajahan kolonial Belanda, terutama pada tanggal 24 September 1861.

Pertempuran tersebut dipimpin oleh Temanggung Jalil bersama Pangeran Antasari dan para pejuang lainnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang sejarah, tetapi juga mengajak siswa untuk merenungkan pentingnya melestarikan warisan budaya.

Kurniawan, guru sejarah di SMAN 1 Paringin menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya untuk menanamkan rasa cinta terhadap sejarah di kalangan siswa.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran siswa akan identitas dan nilai-nilai budaya lokal. Ketika siswa mengenal dan merasakan langsung situs-situs bersejarah, mereka akan lebih mengapresiasi perjuangan para pendahulu kita. Ini adalah bekal yang sangat berharga bagi generasi mendatang untuk tidak hanya menghargai sejarah, tetapi juga untuk menjadi bagian aktif dalam melestarikannya," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Paringin berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

"Sebagai siswa, belajar tentang sejarah bukan hanya tugas, tetapi merupakan sebuah perjalanan yang membentuk karakter dan jati diri mereka sebagai warga negara yang baik," lanjut Kurniawan.

Salah satu siswa, Aprilia, mengungkapkan melalui kegiatan ini dirinya merasa lebih dekat dengan sejarah daerah. "Melihat langsung tempat-tempat bersejarah membuat saya lebih menghargai perjuangan para pahlawan. Ini mengingatkan kita bahwa kita punya tanggung jawab untuk melestarikannya," pungkasnya. 

Editor : Fauzan Ridhani
#SMAN 1 #Kabupaten Balangan #paringin #situs budaya #Sejarah