BANJARMASIN - Anggota DPRD Kota Banjarmasin menyoroti proyek drainase di Jalan Kampung Melayu.
Hasil pekerjaan dianggap tidak memenuhi harapan warga.
"Dewan akan serius menanggapi kritikan warga tersebut," kata anggota dewan Hendra, Rabu (2/10/2024) siang.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, di setiap kesempatan dewan selalu mengingatkan kepada Pemko Banjarmasin agar segala bentuk proyek yang akan dikerjakan harus berasas manfaat dan berdasar kebutuhan masyarakat.
"Apalagi mengenai kualitas pekerjaan, hal tersebut menjadi catatan serius bagi dewan," katanya.
Ia berjanji akan memastikan setiap proyek yang dikerjakan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi masalah genangan air dan banjir yang menjadi keluhan warga selama ini.
Hendra menyebut pihaknya masih belum bisa memanggil mitra kerja, pihak pelaksana proyek, serta mendengarkan masukan langsung dari masyarakat, karena Alat Kelengkapan Dewan (AKD) maupun komisi dewan periode 2024-2029 belum terbentuk.
Tetapi ia berjanji pengawasan lebih lanjut akan dilakukan, termasuk untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai perencanaan.
"Jika ditemukan penyimpangan atau ketidakefisienan, kami akan mendorong evaluasi dan perbaikan," jelasnya.
Menurutnya, sejak awal dewan berkomitmen untuk memastikan setiap proyek yang menggunakan anggaran publik dikelola dengan baik dan tepat sasaran.
Baca Juga: Proyek Drainase di 4 Lokasi di Banjarmasin Belum Cukup untuk Menghalau Banjir
"Kita semua pasti ingin proyek yang dikerjakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," cetus Hendra.
Diketahui proyek peningkatan drainase sepanjang 255 meter di Jalan Kampung Melayu menelan biaya sebesar Rp650 juta.
Dananya dianggarkan dalam APBD 2023.
Namun, masih belum mampu mengatasi masalah genangan air dan banjir di kawasan tersebut.
Editor : Eddy Hardiyanto