Bukan tanpa alasan. Aturan ini langsung datang dari Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang bikin Surat Edaran (SE) khusus soal ini.
Menurut Ibnu, sasirangan tidak kalah keren dari batik. "Kita bisa saja pakai Batik Jawa, tapi setiap daerah kan punya kain khasnya. Jadi, kenapa nggak kita angkat kearifan lokal?" kata Ibnu pada Rabu (2/10/2024).
Ibnu juga menjelaskan bahwa sasirangan kini punya status yang makin elok setelah resmi tercatat sebagai Indikasi Geografis milik Kalimantan Selatan.
Bahkan, Ditjen Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum dan HAM sudah menganugerahkan Hak Kekayaan Intelektual Komunal buat kain ini.
Novri Gitayanti, salah satu ASN di lingkungan Pemko Banjarmasin, juga sepakat dengan kebijakan ini. Baginya, memakai sasirangan di Hari Batik Nasional itu bukti cinta pada produk lokal.
"Batik dan sasirangan tuh kayak kakak-adik. Jadi tidak masalah kalau kita pakai sasirangan di Hari Batik," katanya.
Editor : Sutrisno