Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kebocoran Pipa BPAM Banjarbakula, Petugas: ini Karena Gempa

M Fadlan Zakiri • Selasa, 24 September 2024 | 11:15 WIB

 

MASIH BOCOR: Petugas BPAM Banjarbakula masih berupaya memperbaiki kebocoran pipa di Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (23/9) sore. (M FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
MASIH BOCOR: Petugas BPAM Banjarbakula masih berupaya memperbaiki kebocoran pipa di Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (23/9) sore. (M FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

MARTAPURA - Gempa bumi disebut sebagai salah satu faktor yang memicu terjadinya kebocoran pipa transmisi air baku di Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Sabtu (21/9) tadi.

Hal tersebut diketahui setelah petugas Balai Pengolahan Air Minum (BPAM) Banjarbakula, melakukan pemeriksaan fisik pipa pada titik kebocoran.

Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berti Nakir mengatakan, getaran gempa yang terjadi beberapa waktu lalu membuat komponen penyambung (klem) pada pipa tersebut terlepas. “Ini dugaan kami. Karena jika dilihat secara fisik memang ada pergeseran yang memicu bagian sambungan pipa tersebut pecah,” ungkapnya saat ditemui Radar Banjarmasin di lokasi kebocoran, Senin (23/9) petang.

Bukan tanpa alasan dugaan tersebut ia sampaikan. Pasalnya, BMKG mencatat wilayah Mandikapau memang sempat dilanda gempa bumi dengan magnitudo 4,8 pada 13 Februari 2024 lalu.

Selain itu, kebocoran pipa air baku di wilayah Desa Mandikapau ini diakui Berti, bukan yang pertama kali terjadi. “Ini yang ketiga kalinya pada 2024 di wilayah yang sama, jaraknya pun masih berdekatan,” katanya.

Ketiga kasus kebocoran pipa air baku yang dimaksud Berti itu terjadi pada 8 Januari, 8 April dan 21 September 2024. “Penyebab ketiga kebocoran itu juga sama. Karena ada pergeseran pada sambungan pipa,” ujar Berti.

Meski demikian, ia memastikan sudah berupaya semaksimal untuk memperbaiki semua kebocoran yang terjadi. “Kami perlu waktu hampir dua hari untuk menguras air dalam pipa, dan sekarang sudah ada penggalian tanah, supaya jalur untuk pemasangan sambungan pipa yang baru bisa lancar,” jelasnya.

Lantaran komponen yang sering rusak adalah bagian yang sama, pihaknya berencana untuk mengganti seluruh sambungan pipa di jaringan transmisi air baku milik BPAM Banjarbakula. Adapun untuk biaya perbaikan mengahabiskan anggaran hingga Rp600 juta. "Estimasi perbaikan memerlukan waktu sekitar tiga hari lebih, mulai penggalian, pemasangan sambungan pipa dan pengecoran," pungkasnya.

Editor : Muhammad Helmi
#pipa bocor #BPAM Banjarbakula