Kebakaran lahan belakangan ini kian marak terjadi di Banjarbaru. Dampaknya, mulai menimbulkan kabut asap tipis di Kota Banjarbaru.
******
BANJARBARU – Salah satu daerah yang paling terlihat dampaknya di ring 1 Bandara Syamsudin Noor. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap sudah mulai menyelimuti kawasan area bandara.
Hal ini diakui oleh Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Iwan Risdianto. “Benar memang sudah ada kabut asap,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/9) malam.
Namun, kabut asap yang menyelimuti kawasan Bandara Syamsudin Noor tidak sampai mengganggu jadwal penerbangan. “Hanya kabut tipis, dan jarak pandang pada beberapa pagi terakhir ini, masih normal sekitar 9 km. Jadi tidak menjadi kendala dengan jadwal penerbangan kita,” ungkapnya.
Kabut asap itu, kata Iwan, mulai muncul di area bandara sekitar pukul 06.00 Wita, dan mulai berangsur hilang pada pukul 09.00 Wita. “Kami hanya bisa berharap, mudah-mudahan karhutla tahun ini, tidak separah (tahun, red) kemarin. Tidak berdampak terhadap operasional bandara,” harapnya.
Munculnya kabut asap di area bandara memang dikarenakan karhutla yang belakangan ini mulai sering terjadi di wilayah Ring 1 Bandara Syamsudin Noor.
Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru per hari Selasa (17/9), jumlah karhutla menunjukkan tren peningkatan menjadi 61 kejadian. "Total lahan terbakar sampai dengan saat ini seluas 112,33 hektare," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Ma'ruf Rijani.
Menurutnya, karhutla paling banyak masih terjadi di Kecamatan Cempaka dengan jumlah 22 kali. Berikutnya Landasan Ulin 20 kali, Liang Anggang 13, Banjarbaru Selatan lima, dan Banjarbaru Utara tetap di angka satu kejadian. "Untuk lahan paling luas terdampak tercatat di Liang Anggang totalnya 39,01 hektare. Sedangkan di Cempaka seluas 38,83 hektare," bandingnya.
Upaya mitigasi, ujar Ma'ruf, terus dilakukan dengan cara mendirikan Posko Siaga Bencana Karhutla yang melibatkan personel gabungan, terdiri dari TRC BPBD Banjarbaru dan TNI/Polri. Posko tersebut beroperasi selama 24 jam, yang dijaga secara bergantian oleh personel gabungan.
"Personel gabungan berbagi tugas, ada yang melakukan patroli rutin ke sejumlah wilayah rawan karhutla, dan bersiaga di posko," pungkasnya.
Dua Wilayah Berkoordinasi
Di Hulu Sungai Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan mengunjungi BPBD HSU. Tujuannya untuk meningkatkan koordinasi menangani karhutla di wilayah perbatasan dua kabupaten tersebut.
Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam penyusunan perjanjian kerja sama (MoU) mengenai penanggulangan bencana karhutla di wilayah perbatasan kedua kabupaten.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi menjelaskan koordinasi ini mencakup dua wilayah perbatasan, yaitu Desa Teluk Karya di Kecamatan Lampihong, Balangan, dan Desa Beringin di Kecamatan Banjang, HSU.
"Setelah koordinasi ini, akan dilakukan sosialisasi yang melibatkan masyarakat dari kedua desa perbatasan. Proses ini akan diikuti dengan penandatanganan MoU antara BPBD Balangan dan BPBD HSU untuk memfasilitasi penanganan karhutla di masa depan," ujarnya, Selasa (17/9).
Jumaidil Hairi menambahkan, kerja sama ini sangat penting karena bertujuan untuk saling mendukung dan membantu dalam menghadapi karhutla di wilayah perbatasan. "Dengan adanya perjanjian ini, kami berharap kejadian karhutla dapat dikendalikan dan diminimalkan," tuntasnya.
Data Karhutla Banjarbaru
- Cempaka 22 kali.
- Landasan Ulin 20 kali
- Liang Anggang 13 kali
- Banjarbaru Selatan 5 kali
- Banjarbaru Utara 1 kali
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief