BANJARMASIN – Tiga unit helikopter dan satu pesawat pemantau dikirim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu penanggulangan bencana karhutla di Kalsel. Keempatnya tiba di Bandara Syamsuddin Noor secara bertahap.
Terdiri dari heli patroli tipe AS355F1 dan heli water bombing tipe MI8. Keduanya tiba pada Minggu (15/9). Satu heli lain adalah heli water bombing tipe Blackhawk yang direncanakan tiba Senin (16/9). Terakhir, pesawat patroli tipe Cessna yang rencana tiba pada Kamis (19/9).
Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah menerangkan bantuan helikopter water bombing dan pesawat pemantau ini merupakan hasil usulan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ke BNPB untuk mencegah sejak dini karhutla dan mitigasi dampaknya. “Ternyata langsung direspons cepat pemerintah pusat. Tiga heli dan satu pesawat didatangkan untuk membantu mitigasi karhutla,” terang Suria.
Usulan gubernur perihal bantuan armada udara ini ditandatangani pada 29 Agustus lalu. “Respons BNPB begitu cepat. Tahap pertama dikirim dua dulu, yakni heli patroli tipe AS355F1 dan heli water bombing tipe MI8,” ungkapnya.
Bantuan heli ini begitu penting untuk operasional penanggulangan karhutla. Khususnya di kawasan yang sulit dijangkau personel darat. Dengan heli water bombing ini, pemadaman bisa dilakukan. “Dengan bantuan heli ini upaya pencegahan dan mitigasi akan lebih maksimal,” yakinnya.
Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya ini pun akan kembali diusulkan, mengingat berdasarkan analisis BMKG, awan masih berpotensi untuk hujan buatan. “Usulan ini juga kami sampaikan ke pemerintah pusat. Semoga dilakukan kembali OMC lanjutan,” harapnya.
Mulai Mengancam Ring 1 Bandara
Karhutla mulai melanda wilayah Ring 1 Bandara Syamsudin Noor. Tidak hanya di daerah Kecamatan Liang Anggang. Karhutla juga melahap area Ring 1 Bandara di wilayah Kabupaten Banjar, tepatnya di belakang makam Datu Bagul, Kecamatan Martapura.
Plt Kalak BPBD Kabupaten Banjar, Warsita mengatakan kawasan tersebut memang sering terjadi karhutla. Terbaru terjadi pada Minggu (15/9) tadi. “Kejadiannya siang hari, dan cukup menyulitkan tim gabungan yang bertugas memadamkan api di sana,” ungkapnya, Senin (16/9) petang.
Petugas harus berjibaku memadamkan titik api yang tersebar di tengah-tengah lahan kosong, berjarak cukup jauh serta sulit dijangkau.
Ditambah tiupan angin cukup kencang membuat semak belukar yang kering begitu cepat terbakar dan semakin menjadi.
Untungnya ketersediaan air cukup, karena di lokasi terdapat sungai kecil. Tim gabungan bisa menggunakan mesin alkon dan beberapa selang untuk penanganan. “Perlu waktu dua jam lebih sampai bisa mematikan, tidak ada lagi titik api yang menyala,” ujarnya.
Jenis vegetasi yang terbakar semak belukar berupa tumbuhan purun dan bindrang, dengan luasan lahan sekitar 5 hektare.
Kasi Kedaruratan, Muhammad Arifin menambahkan karhutla yang terjadi di lahan tidur tersebut acap kali menyala kembali ketika sudah dipadamkan.
Hal itu dikarena semak belukarnya kering dan mudah terbakar, ditambah cuaca panas dan angin kencang. “Kalau menurut analisis dari kawan-kawan pemicunya manusia, baik sengaja ataupun tidak. Karena jalan ini kan banyak dilewati masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya intens melakukan penanganan karhutla di wilayah tersebut dikarenakan masuk dalam ring 1 atau prioritas. “Asapnya bisa sampai ke bandara dan bisa mengganggu penerbangan,” ujarnya.
Menurutnya, sejak akhir bulan Agustus hingga pertengahan September, tim gabungan sangat sering melakukan penanganan karhutla di ring 1 ini, baik siang maupun pada malam hari. “Setiap kali upaya pemadaman dilakukan hasilnya memang berhasil padam. Namun sering kali juga api kembali berkobar keesokan harinya,” jelasnya.
Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Iwan Risdianto mengakui karhutla juga terjadi di kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor.
Meski demikian, Iwan mengatakan bahwa sejauh ini operasional bandara masih aman dari gangguan kabut asap. "Belum ada gangguan kabut asap. Operasional bandara masih aman dan lancar," ucap Iwan singkat.
Bantuan BNPB Tangani Karhutla Kalsel
Heli Patroli Tipe AS355F1
- Heli buatan Prancis berkapasitas 6 orang
- Fungsi memantau titik api.
Heli Water Bombing Tipe MI8
- Heli angkut asal Rusia.
- Fungsi membawa kantong air untuk memadamkan karhutla dari udara
Heli Water Bombing Blackhawk
- Helikopter dengan mesin ganda buatan Amerika Serikat.
- Dapat mengangkut 11 personel atau 6 tandu.
- Fungsi untuk mendukung operasi pengeboman air untuk karhutla.
Pesawat Patroli Tipe Cessna
- Pesawat kecil buatan Amerika Serikat.
- Fungsi patroli udara.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief