BANJARMASIN - Penyakit diare di Kalsel masih cukup tinggi. Hal ini didasari oleh faktor lingkungan, terutama kondisi sanitasi dasar yang kurang baik. Misalnya, menggunakan air yang tidak memenuhi syarat kebersihan untuk keperluan sehari-hari, minimnya jumlah jamban keluarga yang memenuhi syarat, serta kondisi sanitasi perumahan yang masih minim dan tidak higienis, terutama pada masyarakat di bantaran sungai Kota Banjarmasin.
Oleh karena itu tim Universitas Sari Mulia (UNISM) yang diketuai oleh apt Tuti Alawiyah SFarm MM serta beranggota Linda Kusumawati, SAB MKes dan Hairiana Kusvitasari SST MKeb mencoba mengurasi permasalahan tersebut. Yakni, dengan menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui dana hibah dari Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2024.
Dengan tema “Pendampingan Ibu – Ibu PKK Melalui Inovasi Kulit Buah Pisang Sebagai Dan Sabun Herbal Halal” tim UNISM menggandeng ibu PKK RT 25, Kelurahan Belitung Selatan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui cuci tangan pakai sabun, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan keterampilan Ibu PKK dalam pembuatan sabun cair herbal halal berbahan dasar karbon aktif kulit pisang
Kegiatan ini dimulai dengan koordinasi jadwal kepada ibu-ibu PKK RT 25 yang rata-rata berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Kemudian dilanjutkan dengan peningkatan pengetahuan dengan materi PHBS, serta menyosialisasikan manfaat kulit buah pisang. “Dengan materi , para ibu-ibu PKK RT 25 mendapatkan pengetahuan tentang PHBS dan pengetahuan baru tentang kulit pisang,” ucap Erni, Seketaris PKK RT 25 Kelurahan Belitung Selatan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan secara langsung dalam pembuatan sabun herbal berbahan dasar karbon aktif kulit pisang. Adapun kandungan dasar dari sabun kulit pisang adalah VCO, kulit buah pisang, dan sari jeruk nipis. “Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan maupun ekonomi masyarakat, khususnya warga RT 25, Kelurahan Belitung Selatan,” ucap Tuti Alawiyah.
Setelah kegiatan ini, akan ada kegiatan pembuatan filtrasi sederhana berbahan dasar karbon aktif kulit pisang. Sehingga masyarakat dapat menyaring air sungai sebelum digunakan.