Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jangan Lengah! Teroris Bisa Muncul Kapan Saja, FKPT Kalsel Ungkap Kelompok yang Paling Rentan Terpapar

Sutrisno • Rabu, 11 September 2024 | 17:19 WIB

KEGIATAN: FKPT Kalsel menggelar Gerakan Muda Bangga Bernegara dan Beragama (Gembira Beragama) di Aula Kodim 1003 Banjar, Rabu (11/9/2024) pagi.
KEGIATAN: FKPT Kalsel menggelar Gerakan Muda Bangga Bernegara dan Beragama (Gembira Beragama) di Aula Kodim 1003 Banjar, Rabu (11/9/2024) pagi.
MARTAPURA - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan menggelar kegiatan anti radikalisme dan terorisme, bertajuk Gerakan Muda Bangga Bernegara dan Beragama (Gembira Beragama) di Aula Kodim 1003 Banjar, Rabu (11/9/2024) pagi.

Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi mengatakan, ini merupakan kegiatan ketiga yang mereka laksanakan. "Sebelumnya tentang perempuan dan anak di Banjarmasin, lalu pemuda dan pendidikan juga di Banjarmasin," katanya.

Khusus untuk Gembira Beragama di Aula Kodim 1003 Banjar, ia menyebut, kegiatan itu diikuti oleh tokoh pemuda lintas agama, kemudian siswa SMA sederajat dan tokoh agama.

Disampaikan Aliansyah, penanganan atau pencegahan teroris merupakan kewajiban bersama, tidak hanya dilakukan FKPT, TNI dan Polri.

"Karena teroris musuh agama, sudah kewajiban kita untuk melawan. Segenap kekuatan yang ada kita bergandengan tangan untuk melawan radikalisme dan terorisme," ucapnya.

Ia menegaskan, teror jadi nyata di Indonesia, sehingga sangat patut dan wajar dilawan. "Sedikit lengah atau abai, mereka akan muncul di tengah kita," tegasnya.

"Kita ingat kejadian penyerangan Polsek Daha Selatan di HSS pada 2020, itu bukti teroris ada. Dimana kita awalnya mengira damai, ternyata ada penyerangan," tambahnya.

Berkaitan dengan aksi teroris sepanjang 2023, ia menyampaikan, memang tidak ada yang berjalan, akan tetapi banyak penangkapan terosis. "Hampir 150 lebih telah ditangkap," ucapnya.

Ditambahkannya, bedasarkan hasil riset, menunjukkan yang paling rentan terpapar adalah kelompok perempuan, anak-anak dan remaja. "Ini tentunya sangat menjadi perhatian," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kasub Koordinator Pencegahan BNPT RI, Tengku Fauzan. Ia menuturkan, kelompok radikal sering kali menyasar kaum muda, khususnya mereka yang berusia antara 15-21 tahun.

“Para pelaku radikalisme sering kali menggunakan agama untuk membenarkan tindak kekerasan mereka. Padahal, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Terorisme adalah musuh semua agama dan negara,” tegasnya.

Oleh karena itu, generasi muda lintas agama diajak untuk menjadi garda terdepan dalam melawan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Di pundak kaum muda, dipertaruhkan masa depan bangsa. Mereka memiliki kekuatan untuk menangkal radikalisme dan terorisme," pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Kalsel #teroris