PARINGIN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan baru-baru ini menggelar program jelajah cagar budaya yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SLTP).
Program ini bertujuan memperkenalkan dan mengedukasi siswa mengenai warisan budaya lokal, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian cagar budaya.
Program ini berlangsung selama dua hari dengan agenda yang padat. Hari pertama, Selasa (3/9/2024) peserta mengunjungi Situs Candi Agung Amuntai, yang merupakan salah satu situs bersejarah penting di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Pada hari kedua (4/9/2024), siswa mengunjungi tiga lokasi cagar budaya di Balangan. Yakni Rumah H Sjoekoer di Desa Simpang Tiga Lampihong, Rumah Batu di Desa Muara Ninian, dan Rumah Banjar Bubungan Tinggi di Desa Tarangan.
Setiap sekolah dijemput dan diantar menggunakan mini bus. Total ada 26 sekolah yang berpartisipasi dalam program ini.
Menurut Habibi dari Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Balangan, program ini bertujuan untuk memperkenalkan warisan budaya bersifat kebendaan yang ada di Kabupaten Balangan.
"Kami ingin memberikan edukasi kepada siswa mengenai nilai-nilai sebuah cagar budaya dan mempromosikannya, sehingga pihak sekolah dapat membuat program serupa di masa depan," ujarnya, Senin (9/9/2024).
Habibi menambahkan, sebelum pelaksanaan Disdikbud Kabupaten Balangan terlebih dahulu melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memastikan kesiapan mereka.
"Kami juga melakukan rapat koordinasi dengan pendamping dari setiap sekolah. Seleksi siswa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah," tambahnya.
Materi edukasi yang disampaikan selama kunjungan mengacu pada UU No. 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya dan informasi khusus tentang objek yang dikunjungi.
Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa dapat lebih mengenali dan menggali nilai dari cagar budaya, baik dari segi sejarah, budaya, maupun teknologi.
"Selain itu, banyaknya pengunjung diharapkan dapat berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar," kata Habibi.
Disdikbud Balangan juga berkolaborasi dengan komunitas lokal seperti Nanang Galuh Balangan dan ahli cagar budaya untuk memastikan kelancaran program.
Peran mereka untuk mengarahkan dan membimbing siswa, serta memberikan penjelasan mendalam mengenai cagar budaya.
"Kami berharap melalui program ini, siswa tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai sejarah dan budaya tetapi juga mendorong pelestarian cagar budaya di Kabupaten Balangan," tandasnya.
Salah satu guru pendamping yang terlibat dalam program tersebut, Resti Meliyani S.Pd menuturkan, evaluasi dari siswa dan guru setelah kegiatan menunjukkan hasil positif.
Para siswa juga membuat vlog tentang pengalaman jelajah cagar budaya mereka di media sosial.
"Dari vlog tersebut terdapat feedback yang sangat berharga, karena turut membantu menyebarluaskan informasi tentang pentingnya pelestarian cagar budaya kepada masyarakat lebih luas," kata pengajar dari SMPN 1 Paringin tersebut.
Resti menambahkan program jelajah cagar budaya ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang sejarah dan budaya mereka, tetapi juga mendorong para pengajar untuk lebih memperkaya wawasan dan mengupgrade ilmu tentang sejarah serta budaya lokal.
"Dengan demikian, proses belajar mengajar, terutama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), menjadi lebih interaktif dan komunikatif," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani