Bertahun-tahun ambles, akses titian di Kampung Hijau, Sungai Bilu, Banjarmasin Timur, belum juga diperbaiki.
***
BANJARMASIN - Amblesnya titian cor beton itu terjadi pada beberapa bagian. Paling parah di RT 3. Jalannya pun naik turun.
Selain itu, pagar titian juga lapuk. Sebagian hilang. Kondisi ini tentu membahayakan bagi warga yang tinggal di pinggir sungai besar.
"Terutama saat air pasang. Titian yang ambles sudah pasti tenggelam. Sepeda motor yang lewat tergenang. Kami jelas khawatir," kata Sarmidi, salah seorang warga, Kamis (5/9).
Kondisi itu jelas mengganggu aktivitas keseharian warga Sungai Bilu. "Ini kan akses penting," ucapnya.
Warga lain, Saleh menambahkan, titian itu ambles akibat beberapa tongkat pondasi yang patah.
"Kalau terus dibiarkan, bisa ambrol sekalian," ujarnya.
Kerusakan ini sejatinya sudah sering disampaikan ke pemerintah. Namun sampai kini belum ada tindakan.
"Banyak yang survei, foto-foto. Awal tahun tadi juga ada. Tapi belum juga diperbaiki," bebernya.
Warga Sungai Bilu menuntut Pemko Banjarmasin agar segera memperbaiki titian itu sebelum kondisinya kian parah.
Kawasan Kampung Hijau ditata Kementerian PUPR melalui Satker Bangkim. Dikerjakan dari tahun 2016 sampai 2021.
Diberitakan Radar Banjarmasin pada akhir Juli 2023, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya kala itu berjanji akan mengecek ke lokasi, berkoordinasi, dan menyusun rencana penanganan.
Namun, kemarin, Chandra mengatakan Kampung Hijau tak lagi terkategori kawasan kumuh. Maka kewenangan penanganan sudah tidak di pihaknya lagi.
"Penanganan ada di Bidang Cipta Karya Dinas PUPR. Sudah kami koordinasikan dengan SKPD terkait," ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah memastikan pihaknya sudah meninjau ke lokasi.
"Tadi surut dan terlihat pondasinya retak. Terjadi di dua segmen, RT 2 dan RT 3. Panjangnya kurang lebih 30 meter," paparnya, kemarin.
Suri menepis jika titian itu disebut ambles. "Belum ambles. Hanya turun," tekannya.
Kerusakan itu dinilainya wajar mengingat aktivitas masyarakat dan abrasi sungai. "Memang sudah saatnya diperbaiki," imbuhnya.
PUPR sedang menghitung kebutuhan anggaran perbaikan. Namun, Suri ragu bisa diperbaiki pada tahun ini.
Setidaknya, dia berjanji akan ada penanganan darurat. "Minimal penguatan pondasi keropos. Karena pondasinya campur, ada yang ulin ada juga yang beton," jelasnya.
Wartawan: Riyad Dafhi
Editor: Syarafuddin