Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalsel, Muhammaddun kembali menjadi sorotan. Kali ini media sosial di Banua sedang viral dengan unggahan dari seorang guru perempuan. Isinya keluhan terhadap tindakan Kadisdikbud.
****
BANJARBARU – Lewat akun Instagram @amaliawyn, guru tersebut menceritakan telah menegur Kadisdikbud yang datang di acara resmi di ruang berpendingin sambil merokok. Respons sebaliknya, sang guru diminta keluar oleh Kadisdikbud.
Momen itu terjadi saat mengikuti Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan SMK Tahap II di Banjarmasin. Dalam video yang diunggah pada Senin (2/9/2024) malam itu, si pemilik akun menilai bahwa perilaku tidak sopan dan tidak pantas ditunjukkan seorang pejabat publik.
“Apalagi beliau Kadisdik,” ujarnya dalam video tersebut.
Diceritakannya, sebelum acara dimulai para peserta diminta tidak bermain gadget saat Kadisdikbud Kalsel masuk. Para peserta mematuhinya.
Namun, Kadisdikbud Kalsel ternyata masuk ke ruangan sambil mengisap rokok dan menggunakan sendal warna kuning. "Sungguh persepsi saya langsung berubah beliau masuk ballroom dengan sendal, kemudian dengan sebatang rokok," ucapnya.
“Setelah duduk di meja atas, beliau turun ke meja bawah untuk berbincang dengan peserta, namun masih menyalakan rokok. Di situlah saya tegur dengan perlahan," ucapnya.
Akun Amaliawyn mengungkapkan saat menegur dengan cara halus. "Mohon maaf Pak, saya tidak tahan mencium asap rokok," ucapnya saat menegur. "Kemudian beliau mengusir saya dari ruangan," katanya.
Lantas siapa pemilik akun Instagram @amaliawyn tersebut? Ternyata seorang guru honorer bernama Amalia Wahyuni yang mengajar di salah satu SMK di Kota Banjarbaru.
Saat dihubungi, Amalia membenarkan peristiwa yang terjadi di salah satu hotel di Kota Banjarmasin. "Saya sudah sangat sopan sekali bilang kalau tidak tahan asap rokok, karena ruangan rapat tertutup dan full AC," katanya, Selasa (3/9) sore.
Bukannya mendapatkan respons yang baik, Amalia mengaku langsung disuruh keluar ruangan oleh Muhammaddun. Ia pun menuju pintu keluar meninggalkan ruang rapat.
Setelah unggahannya viral, Amalia kemudian dipanggil kepala sekolahnya. Saat itu, Amalia diminta menghapus unggahannya dengan alasan untuk kebaikan bersama. "Kalau saya hapus, artinya saya tidak punya pendirian, jadi saya tidak mau. Saya juga siap menerima konsekuensinya apabila saya harus dipecat," ujarnya.
Tidak sekadar menceritakan pengalaman pahitnya, Amalia juga berharap kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin untuk bisa lebih selektif dalam memilih kepala SKPD. "Kepada Gubernur Kalsel saat ini maupun selanjutnya, tolong pilih kepala dinas yang berbobot. Jangan sampai seperti ini urak-urakan, sehingga menjadi contoh yang tidak baik," pintanya.
Saat ini, video yang diunggah Amalia itu sudah diposting ulang oleh sejumlah akun media sosial. Bahkan tingkat like, komentar, dan tayangannya juga lebih banyak.
Radar Banjarmasin telah berusaha mengonfirmasi video viral ini kepada Muhammadun. Namun, Kadisdikbud tidak berada di kantornya. Hanya ada Kepala Bidang Pembinaan SMA, Daryatno.
Daryatno pun sangat hemat berbicara soal video viralnya tersebut. "Saya tidak berani berbicara, silakan saja konfirmasi ke Pak Madun. Karena saya masih belum bertemu dengan beliau," ujarnya.
Meski demikian, Daryatno memastikan keributan ini tidak akan berdampak terhadap status honorer guru tersebut. "Tidak sampai dipecat, karena saya yakin Paman Birin pasti juga mengatensi hal ini,” nilainya.
Daryatno mengatakan acara tersebut dilaksanakan di Hotel Roditha Banjarmasin yang diikuti lebih 60 guru bimbingan konseling (BK) tingkat SMA sederajat. "Kegiatan rakor tersebut berlangsung selama tiga hari, dan besok hari Rabu selesai," ujarnya.
Lantas sedang ada di mana Kadisdikbud? Daryatno bilang sedang ada di Kantor Dinas Sosial Kalsel dikarenakan juga menjabat sebagai Plt di dinas tersebut. "Kemarin (Senin, red) ada di sini. Mungkin sekarang (Selasa, red) ada di Dinsos, karena beliau biasanya selang-seling dalam membagi waktu,” ujarnya.
Ketika Kantor Dinas Sosial Kalsel dihampiri, Muhammadun juga tidak ada di tempat tersebut.
Sekadar mengingatkan kembali, video Muhammadun juga pernah viral karena terang-terangan jelang pemilu mendukung salah satu parpol di acara sekolah pada (13/11/2023). Muhammadun sampai diperiksa Bawaslu Kalsel, dan kasusnya bergulir hingga ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara).
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief