MARTAPURA – Tim Kemenkes Poltekkes Banjarmasin (Polkessin) Jurusan Gizi dan Kebidanan memperkenalkan daun Torbangun. Pelancar ASI tradisional terbaik kepada masyarakat Desa Antasan Senor, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Kegiatan yang berlangsung dari Juli hingga Agustus 2024. Melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, kegiatan penyuluhan ini disertai ceramah dan demonstrasi.
Penyuluhan diikuti oleh 10 peserta. Terdiri dari kader posyandu dan ibu hamil. Kepala Desa Antasan Senor, H Muhammad Husain mendukung kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat,” ucap HM Husain.
Ketua Tim, Dr Meilla Dwi Andrestian SP MSi bersama Siti Mas’Odah SPd MGizi, Hapisah SSiT MPH, Zulfiana Dewi SKM MP, serta mahasiswa Karmelia Putri Dewita Sari, Rika Kinasih, dan Muhammad Arya Syarif. Mereka melakukan tiga sesi pertemuan.
Pertemuan pertama digelar pada 15 Juli 2024. Peserta diberikan materi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan cara budidaya Torbangun. Selain itu, peserta menerima peralatan sederhana untuk produksi tanaman, serta bibit Torbangun sebanyak 300 polibag.
Pertemuan kedua pada 18 Juli 2024. Diisi materi tentang pengembangan produk olahan Torbangun. Peserta dibagi menjadi lima tim. Melakukan praktik pembuatan produk olahan, dan dilombakan pada pertemuan terakhir.
Kegiatan ditutup dengan Lomba Kreasi Produk Torbangun.Nasi Goreng Torbangun dan Peyek Torbangun kreasi Faridah dan Rahmadina dari kelompok 4 berhasil meraih juara 1. Juara 2 diraih Kelompok 5, H Rusmini dan Aisyah dengan kreasi Waffle Torbangun dan Bingka Torbangun. Juara 3 dimenangkan Kelompok 1, Alpisah dan Mahrita dengan kreasi Dimsum Torbangun, Bolu Pisang Torbangun, dan Kue Bangkit Torbangun.
Selain itu, berbagai kreasi menarik lainnya seperti Kue Lumpur Torbangun, Siomay Torbangun, Sop Sayur Torbangun, serta Sempol dan Nugget Torbangun juga dipamerkan oleh peserta.
Dr. Meilla Dwi Andrestian menyampaikan bahwa daun Torbangun telah diteliti dan terbukti selain sebagai pelancar ASI, juga memiliki manfaat lain seperti antidiabetes, antihipertensi, dan memperbaiki profil lipid darah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengenalkan tanaman asli Indonesia ini agar dapat diaplikasikan oleh ibu menyusui di Kalimantan Selatan dan wilayah lainnya.
“Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah memperluas informasi mengenai manfaat daun Torbangun ke wilayah lain untuk mendukung peningkatan praktik pemberian ASI eksklusif,” ungkap Dr Meilla.(*/dyt)
Editor : Muhammad Helmi