Penetapan dilakukan saat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tapin bersama tim mengikuti sidang pengusulan WBTB di Hotel Holiday Jakarta, beberapa hari lalu.
Keempat seni dan budaya Tapin itu, yakni Wayang Topeng Carita, Kalayangan Dandang, Batimung dan Kalangkang Mantit.
Kepala Bidang (Kabid) Kabid Kebudayaan Disbudpar Tapin Riza Fahlevie bersyukur empat seni dan budaya Tapin berhasil meraih status WBTB.
“Tentu dengan keberhasilan ini, keempatnya akan terus kita lestarikan,” ucapnya, Rabu (28/8/2024).
Ia bersama timnya di Disbudpar Tapin akan terus menggali lagi seni dan budaya di Tapin untuk diusulkan ke WBTB.
“Supaya nanti bisa dapat direkomendasi atau diusulkan kembali, supaya bisa ditetapkan WBTB,” katanya.
Ditambahkan, Admin Dapobud Bidang Kebudayaan Disbudpar, Devi Sriwulandari, bahwa dalam mengusulkan kesenian Tapin jadi WBTB ada mengalami kendala.
“Kendala pada umumnya adalah ketersediaan referensi dalam bentuk naskah akademik yang terbatas,” ucapnya.
Karena masih banyak kebudayaan dan kesenian di Tapin yang belum diteliti, baik itu dari peneliti maupun mahasiswa yang mengambil skripsi.
“Tidak hanya itu, dokumentasi dalam bentuk video juga jadi kendala jadi kendala,” ucapnya.
Untuk video sendiri, selama ini Disbudpar membuat video dokumentasi sendiri dengan pegiat seni.
“Terakhir kendala yang lain, masih banyak kebudayaan di Tapin yang belum terinventarisir,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno