MARTAPURA – Dalam upaya mendukung kesetaraan bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, Aisyiyah Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar pelatihan soft skill di Aula Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan pada Senin (26/8). Pelatihan ini bertujuan membekali 30 orang muda penyandang disabilitas binaan Aisyiyah dengan keterampilan yang relevan di dunia kerja.
Para peserta yang berasal dari tiga kecamatan di Kabupaten Banjar, yaitu Kecamatan Astambul, Kecamatan Beruntung Baru, dan Kecamatan Karang Intan, hadir untuk mengikuti program pelatihan inklusi yang diselenggarakan oleh pimpinan daerah Aisyiyah Banjar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar, Hj. Siti Mahmudah, membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam pelaksanaan pelatihan ini.
Mahmudah menegaskan bahwa pelatihan soft skill ini sangat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas, terutama dalam persiapan mereka untuk memasuki dunia kerja.
"Pelatihan ini sangat bersinergi dengan program-program ketenagakerjaan yang kami jalankan, termasuk peningkatan kompetensi untuk penyandang disabilitas," ujar Hj. Siti Mahmudah.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Aisyiyah Kabupaten Banjar yang telah membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, terutama bagi kalangan disabilitas.
Sementara itu, Ketua Aisyiyah Kabupaten Banjar, Dra. Hj. Nadiyah, MH, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Banjar atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan program inklusi ini.
Nadiyah menjelaskan bahwa program ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup para penyandang disabilitas, serta memperluas kesempatan mereka untuk berkompetisi di dunia kerja.
"Ada sepuluh materi yang disampaikan dalam pelatihan ini, yang dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari pertama, empat materi disampaikan oleh pemateri dari Disnakertrans Kabupaten Banjar, guru SLB, dan Aisyiyah," jelas Nadiyah.
Ia juga menambahkan, "Kami berharap pelatihan soft skill ini membuka peluang lebih besar bagi para disabilitas muda untuk mendapatkan pekerjaan di ranah publik dan tidak tertinggal dari segi pengembangan diri."
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta memperoleh keterampilan yang dapat membantu mereka mencapai kesuksesan di dunia kerja serta mendapatkan manfaat signifikan untuk pengembangan diri.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief