BANJARMASIN - Pasangan Muhidin-Hasnuryadi menerima SK B1-KWK dari DPP PKS di Jakarta, Selasa (20/8). Sebagai tanda semakin kuat koalisi parpol untuk mengusung pasangan ini di Pilgub Kalsel.
Keduanya langsung hadir menerima SK tersebut dari Presiden PKS, Ahmad Syaikhu. Muhidin langsung mengunggah momen pemberian SK B1-KWK di media sosialnya. “Alhamdulillah hari ini (Selasa, 20/8/2024) menerima SK B1-KWK dari DPP PKS,” tulisnya di akun IG Muhidin.
Saat menerima SK, Muhidin dan Hasnur tampak didampingi Sekretaris DPW PKS Kalsel, Mushaffa Zakir.
Dengan mendapat dukungan dari PKS yang memiliki 6 kursi ini, koalisi pendukung pasangan Muhidin-Hasnur sudah mengumpulkan 12 kursi DPRD Kalsel. Sebelumnya PAN sudah lebih dulu mengeluarkan SK untuk pasangan ini.
Itu artinya, pasangan ini sama dengan sang rival, Raudatul Jannah-Rozanie Himawan yang juga sudah memenuhi minimal 20 persen kursi di DPRD Kalsel.
Seperti diketahui, pasangan Raudatul Jannah alias Acil Odah-Rozani sudah mengumpulkan 30 kursi DPRD Kalsel. Dari sokongan Golkar 13 kursi, NasDem 10 kursi dan Gerindra 7 kursi.
Perubahan Koalisi Pengusung Muhidin-Hasnuryadi
- Pasangan Muhidin-Hasnuryadi menerima SK B1-KWK dari DPP PKS di Jakarta, Selasa (20/8).
- Dengan mendapat dukungan dari PKS yang memiliki 6 kursi ini, koalisi pendukung pasangan Muhidin-Hasnur sudah mengumpulkan 12 kursi DPRD Kalsel.
- Sebelumnya PAN sudah lebih dulu mengeluarkan SK untuk pasangan ini.
Tamliha-Diauddin di Pilbup Banjar
Langkah Syaifullah Tamliha dan Dokter Diauddin semakin mantap untuk maju di Pilbup Banjar 2024. Hal tersebut terjadi setelah pasangan ini menerima SK B1-KWK dari DPP PKS di ICE BSD Tangerang, Selasa (20/8) sore.
Ahmad Syaikhu memastikan dukungan ini diberikan secara objektif. Mengacu pada kredibilitas dan elektabilitas kandidat. Semua dibahas oleh tim profesional, independen, dan sesuai dengan kajian. Ia memastikan bahwa seluruh calon-calon yang lolos ini sudah memenuhi syarat.
“PKS memiliki prosedur yang jelas. Jadi calon diminta langsung berkomunikasi dengan DPD atau DPW, sehingga masukan dan aspirasi dari struktur betul-betul terserap,” jelasnya.
Terakhir, Syaikhu memberi penegasan bahwa PKS bakal all out memberikan dukungan. “Seluruh jaringan struktur, pengurus, kader, saya instruksikan untuk totalitas memenangkan pasangan yang diusung PKS,” tegasnya.
Dukungan PKS ini membuat syarat pencalonan bagi pasangan Tamliha-Diauddin menjadi terpenuhi, yaitu minimal 9 kursi di DPRD Kabupaten Banjar. “Kami sangat bersyukur karena dengan dukungan PKS ini artinya sudah memenuhi syarat kursi pencalonan,” ucap Tamliha, tadi malam.
Dari PKS, Tamliha-Diauddin dapat tambahan tiga kursi. Melengkapi enam kursi yang sudah diamankan dua parpol pengusung lainnya. Lima dari PPP, dan satu punya Gelora. “Total sembilan kursi sudah mencukupi 20 persen. Sebagai syarat minimal menjadi calon bupati dan wakil,” tuturnya.
Menurut Tamliha, dukungan yang dikantongi ini sebagai bentuk kepercayaan kepadanya dan Diauddin untuk menjadi pemimpin di Kabupaten Banjar. Bahkan, ia menilai bahwa hal ini menandakan bahwa partai politik telah menjalankan perannya sebagai penyambung lidah rakyat dalam menentukan calon bupatinya.
“Semakin banyak parpol yang mencalonkan saya, bisa ditafsirkan bahwa mayoritas masyarakat Kabupaten Banjar menghendaki saya menjadi pimpinan mereka. Tentu untuk menuju Kabupaten Banjar yang lebih baik,” tegasnya.
Ia mengklaim, usaha menggalang dukungan parpol sebagai perahunya di Pilbup Banjar berjalan sangat mulus. Bahkan hingga saat ini, diakuinya tidak ada partai politik bicara mahar kepadanya untuk menjadi calon Bupati Kabupaten Banjar.
“Semua atas dasar pertemanan dan persahabatan yang sudah terbangun selama ini di tingkat pusat. Terutama kolega-kolega saya dari anggota DPR yang kebetulan mereka pimpinan partai di tingkat pusat,” ungkapnya.
Tamliha sangat menyambut baik terkait keinginan Golkar mengalihkan dukungan dari Saidi Mansyur-Said Idrus kepada mereka. “Jika Golkar bergabung, tentu ini akan melebihi batas minimun pencalonan,” sebut politisi PPP itu.
Pengusungan Tamliha dikuatkan dengan keluarnya SK Nomor : B-076/DPD/GOLKAR/VIII/2024, tertanggal 18 Agustus 2024 yang ditandatangani langsung Ketua DPD Partai Golkar Kalsel Sahbirin Noor, bersama Sekretaris Supian HK. Dalam SK itu berisi perihal perubahan usulan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar. Sebelumnya, Partai Golkar mengusulkan nama Saidi Mansyur sebagai Calon Bupati Banjar dan Yuliani sebagai Calon Wakil Bupati Banjar. Dalam SK untuk Tamliha, Partai Golkar juga mengganti bakal calon bupati dari Yuliani ke Diauddin.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Partai Golkar menjelaskan Saidi Mansyur tidak bersedia diduetkan dengan Yuliani. Alasannya karena tidak ada chemistry.
Atas dasar itu, DPD Partai Golkar Kalsel telah mengambil sikap membatalkan usulan pasangan ini. Selanjutnya DPD Partai Golkar Kalsel mengusulkan kembali ke DPP Partai Golkar Kalsel atas nama Tamliha-Diauddin.
Ketua Tim Penjaringan Kepala Daerah Pilkada Kalsel dari DPD Partai Golkar Kalsel, Puar Juanaidi membenarkan hal ini. “Benar, DPD Partai Golkar Kalsel mengusulkan bakal calon Bupati Banjar dan Wakil Bupati Banjar terbaru atas nama Syaifullah Tamliha berpasangan dengan Diauddin,” kata Puar.
Tamliha telah mengetahui surat dukungan kepada dirinya dan Diauddin dari DPD Partai Golkar Kalsel. “Senin (19/8/2024), saya ketemu Sekretaris DPD Golkar Kalsel Supian HK menyampaikan hal ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Tamliha tak ambil pusing dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memang mengubah syarat pencalonan pilkada. Bukan lagi perolehan kursi 20 persen di parlemen, tapi menjadi raihan suara berdasarkan jumlah pemilih.
Kabupaten Banjar sendiri masuk dalam kategori 250 ribu hingga 500 ribu daftar pemilih tetap. Jika mengacu amar putusan MK, syarat minimum pengusungan kepala daerah di sini dipatok 8,5 persen suara perolehan parpol tersebut akan berlaku di Kabupaten Banjar.
Walaupun ketentuan tersebut berlaku, Tamliha yakin tak akan jadi masalah bagi dirinya dan Diauddin. Sebab, ia yakin parpol pengusungnya solid memberikan. Baik itu PPP, PKS, Gelora dan PSI. “Teman-teman parpol ini bersedia mendukung saya karena memiliki kesamaan komitmen. Yaitu membangun Banjar yang lebih baik,” tuturnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief