BATULICIN - Pemerintah Desa Wiritasi, Kecamatan Kusan Hilir, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu berhasil membentuk Bank Sampah Unit (BSU) skala desa. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan melestarikan lingkungan pesisir.
Sosialisasi terkait tata cara pemilahan sampah dan pengelolaan BSU telah dilaksanakan pada Selasa (13/8) di Kantor Desa Wiritasi.
Sebagai narasumber, pihak DLH menghadirkan ahli pengelolaan sampah dan perwakilan dari Bank Sampah Induk (BSI) Bang Julpikar’s. Kehadiran BSI diharapkan dapat menjadi mitra bagi BSU Desa Wiritasi dalam mengelola sampah yang telah dipilah.
Kepala Desa Wiritasi, Abdul Razak, menjelaskan bahwa pembentukan BSU ini merupakan langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, mengingat lokasi desa yang berada di sepanjang pesisir pantai.
"Kami berharap kegiatan ini dapat mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mengurangi pembuangan sampah sembarangan," ujarnya.
BSU Desa Wiritasi, yang diberi nama "Peduli Pesisir," berlokasi di RT 04 dan dikelola oleh ibu-ibu kader PKK dan Posyandu. Keberadaan BSU ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan capaian target pengurangan sampah di Kabupaten Tanah Bumbu, sesuai dengan data yang dilaporkan ke Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).
Dengan semakin banyaknya desa yang membentuk BSU, diharapkan Kabupaten Tanah Bumbu dapat meraih prestasi lebih baik dalam pengelolaan sampah, termasuk dalam penilaian Adipura.
Sekadar informasi, acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk kepala desa, camat, perangkat desa, kader PKK dan Posyandu, serta perwakilan masyarakat.
Adapun narasumber dari DLH Tanah Bumbu yaitu Sukmaraga, Pengendali Dampak Lingkungan Bidang PSLB3; Penyuluh Pengelolaan sampah dari BSU Hijau Berseri, Lalu Padlun; dan Pengelola BSI Bang Julpikar’s, Bambang Susilo.
Editor : Muhammad Helmi