"Harga pembelian Rp6.245.000 dari dana saya pribadi yang akan dihibahkan ke sekolah," ujarnya melalui sambungan panggilan video dari Desa Juhu kepada Radar Banjarmasin, Rabu (14/8/2024).
Jamal menerangkan Starlink adalah satelit internet. Peralatan yang diperlukan sangat sederhana. Starlink dilengkapi router, alat yang menerima sinyal satelit dan listrik.
"Untuk pemakaiannya cukup sederhana tak perlu teknisi, cukup pasang sendiri saja karena cuma pasang 2 kabel. Kabel router ke listrik dan kabel ke alat yg menerima satelit," ungkapnya.
Agar bisa menangkap sinyal, ada biaya bulanan yang harus dibayar. Seperti paket internet pada umumnya, namun biayanya cukup mahal yakni Rp750.000 per bulan.
"Semoga bisa didukung menggunakan dana BOS," harapnya.
"Untuk kecepatan download 60-120Mbps dan Upload 10-20Mbps," tambahnya. Cukup kencang untuk wilayah dengan letak geografis yang berada di pegunungan.
Guru berstatus ASN itu menambahkan, jangkauan alat routernya sendiri tidak terlalu jauh, sekitar 30-50 meter saja. Di luar jangkauan itu sudah tidak muncul wifi Starlink di HP.
Selain itu, kelistrikan menjadi salah satu kendala dalam pemakaian Starlink. Di Desa Juhu kelistrikan belum stabil karena sementara menggunakan aki dan genset.
"Harapannya sekolah dapat bantuan dari pemerintah daerah yaitu solar panel untuk kelistrikannya. Karena rencananya sekalian untuk ANBK dan pembelajaran. Jadi peserta didik tidak perlu lagi turun gunung untuk pelaksanaan asesmen nasional berbasis computer," pungkasnya.
Untuk diketahui, SDN Kecil Juhu merupakan satu-satunya sekolah dasar negeri yang berada di Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
Sekolah ini hanya bisa diakses dengan berjalan kaki melewati hutan pegunungan meratus.
Editor : Sutrisno