Kulit beruntusan menjadi momok. Sebabkan turunnya rasa percaya diri, minder dan rasa yang kurang nyaman. Bagaimana mengatasinya?
Beruntusan adalah bintik-bintik kecil yang menonjol. Paling sering tumbuh di area T-zone, terutama di area dahi.
Penyebab beruntusan bermacam-macam. Seperti perubahan hormon, kurang istirahat, terpapar polusi, minyak berlebih dan lainnya.
Meski kecil, beruntusan cukup sulit diatasi. Proses ekstraksinya pun tak mudah dan cenderung sakit. Apalagi jika bintiknya banyak dan rapat.
Tapi jangan khawatir. Beruntusan masih bisa diantisipasi. Simak tips berikut ini.
1. Rutin Double Cleansing
Double cleansing adalah metode membersihkan wajah dua tahap bahkan lebih. Umumnya double cleansing memakai milk cleanser atau micellar water terlebih dahulu.
Tahap kedua, bersihkan wajah memakai facial wash atau sabun muka. Fungsinya agar kulit lebih bersih, karena kotoran dan sisa make up terangkat semua.
2. Hindari Ganti Produk
Gonta-ganti produk perawatan dan kosmetik berisiko bagi kulit. Beruntusan adalah salah satu efek buruk jika kulit tak cocok dengan produk tertentu.
Jika ingin berganti produk perawatan, uji coba terlebih dahulu dengan mengoleskannya ke daun telinga. Bahan yang sensitif di kulit akan berefek gatal. Jika itu terjadi, hindari pemakaian produk.
3. Eksfoliasi
Rutin eksfoliasi akan membantu regenerasi kulit lebih cepat. Dengan cara ini, sel kulit mati akan terangkat sehingga menghindari efek buruk bagi kulit. Salah satunya beruntusan.
Pilih produk eksfoliasi yang terpercaya. Baik itu produk ber-BPOM, merek ternama, atau dari klinik yang berizin.
4. Chemical Peeling
Perawatan lanjutan untuk kulit beruntusan adalah lewat metode chemical peeling. Cara ini umumnya dilakukan di klinik kecantikan dengan mengoleskan zat aktif khusus untuk peeling ini.
Chemical peeling membantu mempercepat pengangkatan sel kulit mati. Sehingga gejala bruntusan dapat diantisipasi.
Editor : Muhammad Helmi