AMUNTAI - Jalan Trans Kalimantan di Desa Sungai Turak, Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengalami penurunan badan jalan.
Ini penghubung penting antara HSU dengan Kelua, Kabupaten Tabalong.
Padahal jalan itu baru saja rampung dibangun ulang pada awal tahun 2024 kemarin. Dikerjakan oleh Satker Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kalimantan Selatan.
Terpaksa kendaraan roda dan empat harus melintasi jalan itu secara bergantian.
Panjang jalan yang ambles kurang lebih sekitar 50 meter. Kedalamannya antara 30 cm sampai setengah meter. Saat ini, permukaan jalan itu terus menurun.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR HSU Ibnu Maulana mengatakan perbaikan itu merupakan wewenang BPJN Kalsel, bukan pada Pemkab HSU.
“Sudah kami sampaikan. Dan pihak berwenang (BPJN) akan segera menindaklanjuti,” ujar Ibnu mewakili Kadis PUPR HSU Amos Silitonga, Minggu (11/8/2024).
Terkait penyebab, Ibnu enggan menjelaskan, alasannya bukan kewenangannya.
Namun ia mengakui di sini sudah sering terjadi dinding sungai yang ambruk.
“Fenomena ini memang sering terjadi ketika musim kemarau datang. Kerap terjadi dinding sungai ambruk,” ujarnya.
Sementara itu, Aman, warga Kota Amuntai, meminta jalan itu dibangun dengan konstruksi pile slab. Menghindari kejadian serupa berulang.
“Contoh pile slab di Jalan Abdul Aziz dan Paliwara. Konsep ini paling pas. Kalau pakai sistem biasa kemungkinan rusak lagi,” ujarnya.
Editor : Muhammad Syarafuddin