BANJARMASIN - Operasional Rumah Potong Unggas (RPU) modern di kompleks Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih di Banjarmasin Selatan, terpaksa harus ditunda ke tahun 2025.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, penundaan itu akibat refocusing atau pergeseran APBD 2024.
Alhasil, RPU itu belum memiliki anggaran operasional. Baik untuk peningkatan kapasitas, daya listrik, maupun pengelolaan air limbahnya.
"Kalau dianggarkan tahun ini realisasi fisiknya tidak akan terkejar. Jadi, diprogramkan lagi di tahun 2025," kata Ibnu, belum lama ini.
RPU itu dibangun Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin pada 2023 lalu.
Proyek itu menelan anggaran Rp1,9 miliar. Ditambah pengadaan dua unit alat potong modern seharga Rp3,5 miliar, total mencapai Rp5,4 miliar.
Ibnu meminta DKP3 untuk menjaga agar bangunan RPU itu tetap dirawat selama belum beroperasi.
RPU modern ini penting untuk memenuhi kebutuhan ayam potong yang higienis.
Dengan teknologi yang tersedia di RPU itu, seribu ekor unggas bisa dipotong per jam.
Ibnu yakin, RPU itu bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). "Retribusi potong unggas itu besar potensinya," kata Ibnu.
Ibnu memperkirakan, RPU itu membutuhkan Rp1 miliar untuk biaya operasionalnya.
Sebelumnya, sempat ada keinginan melibatkan pihak ketiga, tapi kemudian diurungkan.
"Lebih baik pemerintah yang menyiapkan dan pihak ketiga yang menjadi pelanggan," pungkasnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief