Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

PKB Banjarbaru Bantah Berubah Dukungan Terhadap Pasangan Aditya Mufti Arifin-Said Abdullah

Sheilla Farazela • Selasa, 6 Agustus 2024 | 09:35 WIB
TETAP MAJU: Wali Kota Banjarbaru Adiyat Mufti Ariffin siap berkompetisi di Pilwali Banjarbaru dengan dukungan dari parpol PPP dan PKB.
TETAP MAJU: Wali Kota Banjarbaru Adiyat Mufti Ariffin siap berkompetisi di Pilwali Banjarbaru dengan dukungan dari parpol PPP dan PKB.

 

Isu penarikan dukungan PKB di Pilwali Banjarbaru ternyata tidak benar. PKB masih berkomitmen memenangkan pasangan Aditya Mufti Arifin-Said Abdullah.

           *******
BANJARBARU – Ketua DPC PKB Banjarbaru, Ririk Sumari angkat bicara Senin (5/8), terkait isu penarikan dukungan koalisi PKB di Pilwali Banjarbaru. Menurutnya, kabar tersebut tidak akurat.

Ririk Sumari menyatakan SK rekomendasi PKB telah diserahkan kepada Aditya Mufti Arifin yang berpasangan dengan Said Abdullah. “Sampai sekarang, PKB telah menetapkan Aditya-Said Abdullah sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru 2024-2029 yang diusung," tegas Ririk.

SK tersebut, ujar Ririk, sudah bertanda tangan Ketua Umum dan Sekjen DPP PKB. Diserahkan kepada pasangan calon pada 6 Juli 2024 lalu di Hotel Roditha Banjarbaru.

Sebagai bentuk dukungan, DPC PKB Banjarbaru hingga kepengurusan tingkat kelurahan telah diinstruksikan secepatnya merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan calon yang mendapat rekomendasi DPP PKB. "Artinya, kami masih memegang surat keputusan dari DPP PKB. Sampai sekarang belum berubah," tekannya.

Dengan adanya SK rekomendasi PKB ini, Aditya-Said Abdullah telah mengantongi 6 kursi dari PPP 3 kursi, dan PKB 3 kursi. Dengan 6 kursi ini praktis pasangan ini telah memenuhi syarat mendaftar sebagai pasangan calon di Pilwali Banjarbaru.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, isu tersebut diungkapkan Trust Indonesia. Lembaga survei ini menyebut Aditya-Said Abdullah terancam tidak bisa maju di Pilkada Banjarbaru, apabila belum memiliki tiket pencalonan yang pasti.

Menanggapi pernyataan Trust Indonesia, Aditya Mufti Ariffin menegaskan bahwa koalisi PPP dan KB merupakan perahu kokoh dan solid bahkan hingga di level pusat.

Wali Kota Banjarbaru ini optimistis bisa melangkah maju dengan rekomendasi dari dua partai bernapas Islam tersebut. Baginya, koalisi PPP dan PKB sudah menjadi modal besar dalam pencalonannya. “Dari awal, kami memang tidak menargetkan harus banyak partai. Bagi kami, selama bisa memenuhi syarat pencalonan, itu sudah cukup. Alhamdulillah, PPP dan PKB itu sudah menjadi modal yang besar,” ujarnya.

Aditya sangat meyakini, PKB merupakan partai yang memegang komitmen. Lagi pula, ucap Aditya, surat rekomendasi yang diberikan kepadanya bertanda tangan basah dari Ketua Umum dan Sekretaris DPP PKB.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#pilwali #banjarbaru #pkb #Aditya Mufti Ariffin