RANTAU - Dari 25 anggota DRPD Tapin yang baru dilantik kemarin (5/8), ada yang paling muda. Ia baru berusia 22 tahun. Taufik Hidayat namanya.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Peribahasa ini pas untuk menggambarkannya. Bagaimana tidak, Taufik Hidayat mengikuti jejak ayahnya duduk di kursi dewan.
Ayahnya Haji Yamani mengakhiri massa jabatan sebagai Ketua DPRD Tapin periode 2019-2024 pada 5 Agustus 2024. Ayahnya sudah tiga periode menjadi wakil rakyat. Tahun ini, tidak ikut Pileg. Tapi, akan bertarung di Pilkada 27 November nanti.
Bagi Taufik, sosok ayahnya merupakan orang yang luar biasa. Berkat didikannya bisa jadi seperti sekarang. “Abah merupakan sosok inspirasi buat saya. Perjuangan beliau hingga berada di titik yang sekarang ini tidaklah mudah,” katanya, usai pelantikan di DPRD Tapin, Senin (5/8).
Lika-liku kehidupan pernah dijalani ayahnya. “Dari hidup susah, sampai sukses sekarang ini, dilalui beliau dengan penuh perjuangan,” katanya.
Saat duduk di dewan, menuntutnya banyak bersentuhan dengan masyarakat. Ayahnya sering memperhatikan warga sekitar. “Dari situlah saya mulai tertarik untuk terjun ke politik,” akunya.
Dari ketertarikan itu, Ufik sapaannya, ingin serius terjun ke politik. “Saya mulai mendalami bagaimana itu politik, dan bagaimana sistemnya bekerja,” ucapnya.
Sejak dua tahun lalu, ia sering ikut ayahnya ke lapangan mendengarkan aspirasi masyarakat. “Banyak ilmu dan pelajaran yang bisa saya ambil,” ungkapnya.
Hingga akhirnya, ia sudah mantap untuk bertarung pada Pileg 14 Februari di dapil 2 meliputi Kecamatan Salam Babaris, Tapin Selatan, Binuang dan Hatungun. “Alhamdulillah, saya dapat terpilih,” ucapnya. Ufik memperoleh suara sebanyak 4.737 suara.
Ia tak pernah menyangka bakal mulus menjadi anggota dewan. “Memang saya akui pengaruh Abah, salah satu penyebab bisa terpilih di kursi legislatif,” sebutnya.
Konstituen di dapilnya ingin pembangunan yang sudah diperjuangkan ayahnya bisa dilanjutkan. “Abah memang menitipkan agar apa yang beliau belum tuntaskan bisa saya lakukan,” akunya.
Contohnya, jalan dan penerangan masih ada yang perlu dibenahi. “Saya janji terkait hal ini akan diperjuangkan, karena memang permintaan mereka saat saya kampanye untuk menyerap aspirasi masyarakat,” paparnya.
Di bidang olahraga, khususnya sepak bola, ia juga berkeinginan agar di dapilnya bisa maju dan berkembang.
“Ada keinginan dari saya untuk membina mereka sejak dini. Jadi akan disewakan pelatih, khusus anak-anak,” katanya.
Taufik memberitahukan pesan kedua orang tuanya agar berada di jalan yang lurus. “Jadi kata orang tua saya, jangan sampai menyalahgunakan wewenang tersebut untuk kepentingan pribadi. Tapi, gunakan untuk masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berharap bimbingan dan arahan para senior di dewan Tapin. “Ini pengalaman pertama, jadi belum tahu seperti apa dinamika di dewan. Jadi saya akan banyak bertanya ke Abah, dan minta bimbingan serta arahan senior,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief