Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Guru yang Tegas Namun Penyayang, Begini Sosok KH Zarkasyi Hasbi di Mata Santri Ponpes Darul Hijrah

M Fadlan Zakiri • Senin, 29 Juli 2024 | 14:51 WIB

BERDUKA : KH Zarkasyi Hasbi bin H Asban Tukacil, sosok pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah, Cindai Alus Martapura yang wafat pada Senin (29/7/2024).(PONPES DARUL HIJRAH)
BERDUKA : KH Zarkasyi Hasbi bin H Asban Tukacil, sosok pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah, Cindai Alus Martapura yang wafat pada Senin (29/7/2024).(PONPES DARUL HIJRAH)
MARTAPURA - Kabar wafatnya KH Zarkasyi Hasbi bin H Asban Tukacil meninggalkan duka bagi dunia pendidikan di Tanah Banjar.

Hal itu terlihat jelas ketika proses salat fardhu kifayah atau salat jenazah yang dilakukan di Masjid Karyati, Pondok Pesantren An-Najah Puteri, Senin (29/7/2024).

Sejak pukul 10.30 pagi, kawasan pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Cindai Alus, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar tersebut sudah dipadati oleh para pelayat.

Mulai dari kalangan santri, ulama, tokoh masyarakat hingga pejabat daerah berbondong-bondong datang ke Ponpes An-Najah Puteri.

Kedatangan mereka itu tidak lain adalah untuk mengantarkan kepergian sang guru ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Kepergian pendiri sekaligus pimpinan Ponpes Darul Hijrah ini tentu jadi duka yang mendalam bagi keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hijrah.

Hal itu dikarenakan, KH Zarkasyi Hasbi sudah dianggap sebagai ayah sendiri bagi para santri, pengurus yayasan hingga masyarakat Cindai Alus.

Seperti yang diungkapkan oleh Wahyudi, alumni Ponpes Darul Hijrah Putera ini tidak bisa menyembunyikan rasa dukanya terhadap kepergian sang guru.

“Bagi kami para santri Darul Hijrah, beliau (KH Zarkasyi Hasbi) ini sudah kami anggap sebagai ayah sendiri,” ungkapnya usai mengikuti proses salat jenazah di Masjid Karyati.

Sebab, ia ingat betul bahwa selama bersekolah di Darul Hijrah, almarhum KH Zarkasyi, dikenal sebagai sosok guru yang keras namun sangat perhatian terhadap para santrinya.

“Beliau adalah pribadi yang tegas, keras tapi sangat menyayangi santri seperti anak sendiri. Begitu juga dengan alumni,” ujar Wahyudi.

Bahkan, lanjut Wahyudi, ketika para santrinya sudah lulus pun, mendiang KHZarkasyi masih sangat peduli dengan anak didiknya.

"Setiap kali almarhum bertemu alumni Ponpes Darul Hijrah, mata beliau berbinar-binar, seperti seorang ayah yang lama tidak bertemu dengan anaknya. Apalagi saat tahu alumni sudah sukses di bidangnya masing-masing,” imbuh Wahyudi

Sifat itulah menurut Wahyudi, yang membuat sosok KH Zarkasyi selalu melekat dalam kenangan bagi para santri di pondok pesantren tersebut.

Hal senada juga diceritakan oleh alumni lainnya. Yakni Agung Tri Handoko. Bagi Agung, selain tegas dan penyayang, KH Zarkasyi juga merupakan sosok guru yang disiplin, bijaksana serta mempunyai rasa toleransi yang tinggi.

“Beliau orangnya sangat menghargai perbedaan dalam hal beragama, selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta keikhlasan dalam menuntut ilmu,” tuturnya.

Sebagai sorang pendidik pun, tambah Agung, KH Zarkasyi Hasbi sangat terbuka terhadap tenaga pendidik yang masih baru. Seperti misalnya para mahasiswa.

“Saya sendiri merasakan itu. Karena sejak semester 2, saya kuliah sambil ngajar di Darul Hijrah. Bahkan setelah saya lulus S1 pun saya masih mengajar di sana,” kata Agung.

“Padahal jika dilihat secara keilmuan, kapasitas mengajar saya masih sangat jauh untuk disebut sebagai guru. Namun beliau tetap menerima bahkan membimbing saya supaya bisa menjadi tenaga pendidik yang profesional,” pungkasnya.

 

Editor : Sutrisno
#martapura #Banjar #ponpes