Mereka datang untuk mengikuti salat fardu kifayah atau salat jenazah untuk almarhum KH Zarkasi Hasbi.
Jemaah tidak hanya berasal dari kalangan santri dan alumni Pesantren An-Najah saja, namun juga santri dan alumni dari Pesantren Darul Hijrah.
Sebab, kedua ponpes modern itu merupakan sekolah Islam yang didirikan KH Zarkasi Hasbi.
Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Darul Hijrah Ahmad Maidi, almarhum adalah sosok panutan bagi ribuan santri di kedua ponpes tersebut.
“Selama masa hidupnya, dedikasi dan ilmu yang beliau berikan sangat bermanfaat dan kuat bagi dunia pendidikan Islam,” ungkap Maidi.
Ketekunan mendiang dalam dunia pendidikan, menurutnya telah membawa perubahan besar bagi kawasan Cindai Alus.
Sebelum Darul Hijrah didirikan KH Zarkasi Hasbi pada tahun 1986, Cindai Alus hanya tanah kosong yang gersang. Namun setelah ponpes itu berdiri, kawasan ini mulai tumbuh dan berkembang.
“Kami sangat berterima kasih atas seluruh doa yang dihaturkan untuk beliau. Termasuk dengan banyaknya jemaah yang hadir untuk ikut menyalatkan,” katanya.
Maidi menceritakan, KH Zarkasi Hasbi meninggal dunia karena penyakit diabetes yang sudah lama dideritanya.
Sebelum meninggal dunia pada Senin (29/7/2024) pagi sekitar pukul 7.28 Wita, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.
“Tubuh beliau lemas dan langsung dibawa ke RSD Idaman. Namun Allah berkata lain, beliau mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 7 pagi,” tutup Maidi.
Editor : Muhammad Syarafuddin