BATULICIN - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanah Bumbu membeberkan dana yang bakal dikucurkan untuk membangun Bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kusan di Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu. Megaproyek ini diperkirakan bakal menelan dana sebesar Rp2,7 triliun.
“Itu menurut dokumen. Tapi kelihatannya akan naik lagi, karena belum termasuk jaringan listrik ke gardu induk PLN,” ungkap Kepala DPMPTSP Tanah Bumbu, Andrianto Wicaksono kepada Radar Banjarmasin, belum lama tadi.
Andrianto menjelaskan bahwa sebelum adanya penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Guang Yin New Energy Indonesia, pihaknya telah berupaya memasukkan Bendungan Kusan sebagai Proyek Strategis Nasional. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Karena itu, kata dia, berdasarkan arahan dari Bappeda Kalsel dan Bappedalitbang Tanah Bumbu, pihaknya diarahkan untuk mencari investor. Mereka pun menawarkan Bendungan Kusan kepada sejumlah investor asing dan dalam negeri. Termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
“Yang serius ternyata datang dari China, mereka langsung survei ke lapangan,” terangnya.
Pertemuan dengan PT Guang Yin berlangsung bersamaan dengan Rakernas ke-XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2024 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Acara ini juga dirangkai dengan APKASI Procurement Network.
“Baru tahun ini ada meeting dengan investor. Jadi kami menawarkan investor-investor beberapa proyek, termasuk Bendungan Kusan,” ujarnya.
Ia menyebut perusahaan China itu baru pertama kali berinvestasi di Indonesia. Kemungkinan, kata dia, kontraktornya juga berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.
Di sisi lain, pihaknya memberi waktu enam bulan untuk menindaklanjuti MoU itu. Bila lewat dari itu, MoU dinyatakan batal.
“Kata mereka paling lambat Januari 2025 sudah groundbreaking (peletakan batu pertama),” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkab Tanah Bumbu menandatangani MoU dengan PT Guang Yin New Energy Indonesia untuk berinvestasi di Bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kusan pada Selasa (23/7/2024).
Saat itu, Presiden Direktur PT Guang Yin New Energy Indonesia, Wang Jin menyatakan proyek ini sejalan dengan visi perusahaan dalam memanfaatkan teknologi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) atau energi hijau untuk mengurangi karbonisasi dan menjaga keselamatan bumi.
Editor: Toto Fachrudin
Editor : Muhammad Helmi