BANJARMASIN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin melakukan survey monitoring dan evaluasi (Monev) perencanaan perbaikan strategi (PPS) pasca akreditasi. RS milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini mempercayakan Lembaga Akademi Rumah Sakit (LARS) Damar Husada Paripurna (DHP) untuk melakukan survey Monev PPS secara daring dan offline pada Kamis (25/6).
“Monev PPS ini memang harus dilakukan oleh RS setelah satu tahun terakreditasi sesuai dengan Peraturan Kemenkes,” ujar Ketua Tim Surveyor LARS DHP, dr. Ely Retno Setyowati, MKes SpPK MARS CMC MHKesFISQua.
Kegiatan ini bertujuan agar setelah akreditasi satu tahun yang lalu, teman-teman di RS yang sudah terakreditasi tetap menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
“RSUD Ulin merupakan RS Tipe A pertama yang menjalankan Monev PPS dengan lembaga akreditasi rumah sakit,” tambahnya.
dr Ely menjelaskan bahwa berdasarkan telaah dokumen, RSUD Ulin sudah berproses dengan baik. "Artinya, RSUD Ulin tidak berdiam diri tetapi selalu menjalankan dan menjaga mutu pelayanan serta keselamatan pasien," ujarnya.
“Rekomendasi dari LARS pada waktu survei sudah berjalan, dan program peningkatan mutu serta keselamatan pasien juga sudah berjalan. RSUD Ulin sudah melakukan survei pada 2023 dan 2024, termasuk pelaporannya. Tinggal meneruskan program tahun 2024 dan pelaporannya,” lanjut dr. Ely.
Pada Monev PPS ini, LARS DHP kembali melihat semua elemen yang ada dalam 16 bab standar akreditasi. “Kami tidak hanya melihat rekomendasi saja, tetapi secara menyeluruh. Hasilnya, RSUD Ulin luar biasa, sudah berproses dan sesuai rekomendasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr. Diauddin, menyatakan komitmennya bersama seluruh jajaran untuk menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
“Kegiatan Monev PPS ini merupakan komitmen RSUD dalam menjaga mutu pelayanan. Di sini, pelayanan kita akan dilihat langsung oleh tim survei,” ujarnya.
Dr. Diauddin mengharapkan mutu pelayanan terus meningkat. “Walaupun nanti ada perbaikan atau rekomendasi, itu akan segera dilakukan agar mutu pelayanan RSUD Ulin selalu lebih baik lagi.”
Apalagi saat ini RSUD Ulin Banjarmasin mendapatkan tugas dari Kemenkes untuk melakukan 9 layanan prioritas, termasuk kanker, jantung, stroke, ginjal, KIA, dan lainnya.
“Itu memang menjadi fokus kita dan kita juga ada penambahan alat-alat baru dari Kemenkes. Jadi, kita tidak menunggu 3 tahun, tetapi 1 tahun sudah kita lakukan Monev secara offline agar tim surveyor datang dan melihat langsung pelayanan yang ada di RSUD Ulin Banjarmasin,” tutupnya.
Editor : Muhammad Helmi