BANJARMASIN - Sempat tertunda akibat refocusing (pergeseran) anggaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin mulai mengerjakan proyek drainase di sejumlah kawasan.
Ada empat proyek. Dua titik di Banjarmasin Barat. Di Jalan Belitung Darat, yakni di Gang Alfalah dan Gang Melati.
Dua titik lagi di Banjarmasin Tengah. Di Jalan Gunung Sari dan Kampung Melayu.
Total panjang drainase yang dikerjakan hampir 1,5 kilometer.
Rinciannya, di Jalan Gunung Sari sepanjang 500 meter, di Kampung Melayu sepanjang 350 meter, dan di Jalan Belitung Darat sepanjang 500 meter.
Pemko mengucurkan anggaran Rp8 miliar untuk keempat proyek tersebut. Ditargetkan paling lambat rampung pada November mendatang.
Kepala Bidang Drainase PUPR Banjarmasin, Luthfi Fadillah mengatakan, drainase baru ini akan terkoneksi lama yang sudah dibangun sebelumnya.
"Misalnya drainase di Gunung Sari. Itu nantinya menyambung ke drainase di Cempaka Raya," jelas Luthfi, Jumat (19/7).
Namun, Luthfi mengakui, jaringan drainase ini belum cukup untuk mengatasi genangan yang muncul setelah hujan deras.
Menurutnya, butuh lebih banyak drainase lagi. Namun anggaran menjadi persoalan.
"Karena refocusing, anggaran yang diperlukan untuk mengerjakan drainase di titik lain jadi tidak mencukupi," jelasnya.
Setidaknya, PUPR telah menyiapkan rencana alternatif. Disiasati dengan pembangunan gorong-gorong.
"Di setiap kecamatan nanti dibangun enam sampai tujuh gorong-gorong. Dengan lebar lima sampai enam meter," terangnya.
"Gorong-gorong inilah yang nanti menyalurkan genangan. Anggarannya sendiri per kecamatan memerlukan sekitar Rp200 juta," sebutnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief