Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tradisi Meminyaki Kepala Anak Yatim di Haur Gading

M Akbar • Selasa, 16 Juli 2024 | 10:59 WIB

TRADISI: Para dermawan dari berbagai lokasi di Kabupaten HSU, hadir dalam tradisi meminyaki anak yatim di Ponpes Nurul Fajeri Kabupaten HSU, Selasa (16/7/2024).
TRADISI: Para dermawan dari berbagai lokasi di Kabupaten HSU, hadir dalam tradisi meminyaki anak yatim di Ponpes Nurul Fajeri Kabupaten HSU, Selasa (16/7/2024).
AMUNTAI - Setiap 10 Muharram, masyarakat Kecamatan Haur Gading, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, menggelar tradisi mengusap minyak ke kepala anak yatim.

Tradisi ini berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Fajeri, Desa Jingah Bujur, Selasa (16/7/2024) atau bertepatan dengan 10 Muharram 1446 Hijriah.

Puluhan anak yatim dari berbagai desa di Kabupaten HSU duduk rapi, wajah mereka ceria menerima sumbangan dari warga yang hadir.

Baca Juga: Jembatan Gantung Teluk Mesjid-Tambalang Kecil di Sungai Pandan Akan Dibongkar Dinas PUPR HSU

Para dermawan dengan penuh kasih sayang mengusap kepala anak-anak yatim tersebut satu per satu.

Napi’i, panitia Hari Asyura dari MTs Nurul Fajeri, menjelaskan bahwa tradisi ini memiliki keutamaan khusus bagi masyarakat Haur Gading.

"Selain puasa sunah, kami juga melaksanakan tradisi Islami meminyaki kepala anak yatim," ujarnya kepada media.

Baca Juga: Wisata Pulau Sambujur Siap Dikembangkan, Disporapar HSU Ajukan Proposal ke Gubernur Kalsel

Menurut Napi’i, tradisi ini sudah ada sejak tahun 1952 dan dipusatkan di halaman Ponpes Nurul Fajeri setiap tahunnya.

"Anak yatim maupun piatu berkumpul di sini untuk menerima santunan dari para dermawan," jelasnya.

Napi’i mengutip hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, "Barangsiapa yang menyapu kepala anak yatim, memberikan kasih sayang dan memberi makanan maka Allah akan mengabulkan hajatnya."

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Disdikbud Kabupaten HSU Kini Punya Unit Layanan Terpadu

Tekniknya, usapkan tangan yang telah diberi minyak ke kepala anak yatim laki-laki dari belakang hingga ubun-ubun dan anak yatim perempuan dari ubun-ubun hingga ke belakang.

"Mudah-mudahan semakin banyak dermawan yang mau berbagi dengan anak yatim-piatu," harap Napi’i.

Yusuf, warga Kota Amuntai yang rutin mengikuti kegiatan ini, mengaku tradisi ini adalah cara terbaik untuk peduli dan mensyukuri hidup.

Baca Juga: Bundaran Air Mancur Dibangun di HSU, Segini Anggarannya

"Berbagi dengan anak yatim di samping kegiatan sosial lainnya adalah bentuk kepedulian yang luar biasa," katanya singkat.

Editor : M. Ramli Arisno
#Tradisi Islami HSU #Ponpes Nurul Fajeri #10 Muharram Haur Gading #Dermawan Hulu Sungai Utara #Tradisi Meminyaki Anak Yatim