BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Tanah Bumbu dengan Kotabaru dilanjutkan tahun ini. Pemprov Kalsel sudah menganggarkan pekerjaannya. Nilainya mencapai Rp300 miliar. “Sudah dilelangkan, dan akan dikerjakan dalam waktu dekat,” terang Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan.
Anggaran itu, sebutnya, akan ditambah dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. Nilainya masing-masing Rp100 miliar. “Akan dilanjutkan pekerjaan tiang pancang bentang pendekat yang belum tuntas,” tambahnya.
Jembatan untuk menghubungkan dua kabupaten ini dikerjakan pertama kali pada tahun 2015. Berhubung belum mendapat rekomendasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), pekerjaan terhenti di tahun 2017 lalu.
Pada tahap awal di tahun 2015, pekerjaan adalah jalan pendekat berupa pile slab dan timbunan di sisi Batulicin dan Kotabaru. Kala itu pemprov menggelontorkan anggaran mencapai Rp50 miliar.
Setahun berjalan, di tahun 2016 pembiayaan tak hanya dengan uang pemprov. Juga sharing pembiayaan dengan Pemkab Kotabaru yang nilainya sama-sama Rp50 miliar. Pekerjaannya adalah jembatan pendekat berupa pekerjaan bore pile dan pile cap pada sisi Batulicin dan Kotabaru.
Di tahun terakhir 2017, pekerjaan dilanjutkan kembali oleh pemprov dan Pemkab Kotabaru dengan anggaran yang sama persis tahun 2016. Pekerjaanya masih sama, yakni pekerjaan jembatan pendekat berupa pekerjaan bore pile dan pile cap di dua sisi daerah.
Desain awal jembatan ini, panjang jembatan mencapai 3.750 meter dengan tinggi 40 meter. Tipe jembatan untuk bentang utama memakai cable stayed beton edge beam (175m + 350m + 175m) dengan lebar 24 meter.
Untuk jembatan pendekat, menggunakan box girder. Panjang arah Batulicin 950 meter dan arah Kotabaru 1.950 meter dengan lebar 24 meter. Sementara, jembatan penghubung menggunakan pile slab. Untuk arah Batulicin 75 meter, dan arah Kotabaru 75 meter dengan lebar 24 meter.
Sementara, untuk jalan pendekat, arah Batulicin sepanjang 1.500 meter, dan arah Kotabaru 1.250 meter dengan lebar 24 meter.
Untuk mendapat rekomendasi dari KKJTJ, jembatan ini ditinjau ulang dari desain awal. Untuk tinggi jembatan yang awalnya 40 meter, menjadi 30 meter.
Pemprov Kalsel sangat berharap menuntaskan jembatan ini. Sokongan dari pemerintah pusat dalam hal pembiayaan juga diharapkan akan turun. “Sudah kami sampaikan perihal ini. Karena anggarannya cukup tinggi,” terangnya.
Tahun Depan Rp1,2 Triliun
Peletakan batu pertama pembangunan jembatan ini dilakukan Juni 2015, oleh Wapres RI saat itu, Jusuf Kalla. Dua tahun setelah itu, pekerjaan mangkrak.
Pemprov Kalsel bersama Pemkab Tanbu dan Kotabaru akhirnya kembali menyeriusi tahun ini. Keseriusan dibuktikan dengan menganggarkan lebih besar melalui APBD Kalsel tahun 2025.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin telah menyampaikan kabar itu saat memberi sambutan di Hari Jadi ke-74 Kotabaru di Siring Laut Kotabaru pada Sabtu (1/6/24). Paman Birin menyampaikan bahwa tahun 2025, Pemprov Kalsel akan kembali menganggarkan Rp1 triliun untuk melanjutkan pembangunan jembatan menuju Kotabaru ini. Saat itu juga langsung disambut dengan tepuk tangan oleh masyarakat Kotabaru.
Kadis PUPR Kotabaru, Suprapti Tri Astuti menjelaskan bahwa Bupati Kotabaru Sayed Jafar telah menghadiri dan menandatangani MoU dengan Pemprov Kalsel dan Pemkab Tanah Bumbu sebagai tanda jembatan ini akan dilanjutkan.
Isi MoU itu tentang kesepakatan penganggaran untuk masing-masing daerah dengan cara memberikan hibah ke Pemprov Kalsel yang akan melanjutkan pembangunan nanti.
“Dalam kesepakatan itu, Kotabaru Rp100 miliar per tahun, Tanah Bumbu Rp100 miliar per tahun, dan Pemprov Kalsel Rp250 miliar per tahun,” ungkapnya pada pertengahan bulan Januari lalu.
Namun, pada saat rapat Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Kalsel antara wakil rakyat dengan eksekutif di DPRD Kalsel pada Rabu (17/7) tadi, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar membeberkan bahwa anggaran yang dialokasikan dinaikkan menjadi Rp1 triliun untuk melanjutkan pembangunannya tahun depan. “Sesuai komitmen Gubernur untuk melanjutkan jembatan ini, alokasi anggaran disiapkan Rp1 triliun,” beber Roy.
Itu ditambah Pemkab Tanbu dan Kotabaru masing-masing mengalokasikan anggaran Rp100 miliar. “Sehingga anggaran yang tersedia di tahun depan berkisar Rp1,2 triliun,” sebutnya.
Pihaknya sangat berharap, pembangunan jembatan ini masuk dalam proyek prioritas di RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional). Supaya anggaran pemerintah pusat bisa turun dan mempercepat pekerjaan.
“Jika mendapatkan alokasi minimal Rp1 triliun, pemprov bisa menganggarkan kekurangannya tahun selanjutnya, dan kemungkinan selesai dalam waktu dua tahun ke depan,” hitungnya.
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan pihaknya mengapresiasi keseriusan Pemprov Kalsel dan Pemkab Tanbu serta Kotabaru dalam mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Pulau Laut ini.
“Pada prinsipnya, program untuk hajat orang banyak, DPRD akan memberi dukungan,” janjinya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief