Lantas seperti apa kondisi di ujung seberang jembatan yang hendak dibangun di atas laut menghubungkan Pulau Kalimantan-Pulau Laut? Radar Banjarmasin mengecek langsung ke jembatan yang sangat diidam-idamkan masyarakat Bumi Sa-Ijaan itu pada Jumat (5/7) sore.
Lokasi yang didatangi ada di Tanjung Serdang Desa Salino, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kotabaru. Bersebelahan dengan pelabuhan penyeberangan feri. Lokasi jembatan mangkrak ini sangat mudah diakses, karena tidak ada penjagaan.
Dari pelabuhan menuju poros jalan Tanjung Serdang, memasuki jalan bebatuan dengan lebar hanya dua sampai tiga meter. Kalau hujan di beberapa titik terdapat kubangan air. Paling dalam kurang lebih 30 cm.
Di lokasi jembatan, terlihat hanya ditumbuhi semak belukar. Belum ada tanda-tanda pembangunan jembatan ingin dilanjutkan. Di situ terlihat beberapa muda-mudi yang menikmati santai di sore hari.
Dari penyisiran Radar Banjarmasin, ada beberapa temuan mengejutkan. Berhamburan bekas botol minuman keras bermerek Gajah Duduk dan Anggur Merah. Tidak hanya itu, bungkusan Komix dan Seledryl juga berhamburan di mana-mana. Mulai dari atas jembatan, sampai bawah kolongnya.
Fendi adalah remaja yang tinggal di Desa Mekarpura. Ia terlihat lagi bersantai di situ. Fendi menceritakan di situ memang tempat favorit untuk bersantai bersama teman-teman. “Pokoknya di sini biasanya kalau sudah mau senja pasti ramai. Ada yang mengabadikan foto, ada juga jalan-jalan saja,” ungkapnya.
Terkait botol dan bungkusan obat-obatan, ia juga menyaksikan. “Mulai dari bawah jembatan ini, sampai atas, banyak sekali bekas orang mabuk,” celetuknya.
Salah satu warga yang tinggal di dekat Pelabuhan Tanjung Serdang, Andi Firman memberitahukan kalau mau melihat orang berpacaran di areal jembatan mangkrak ini biasanya pada siang hari. Orangnya tidak banyak. “Saya sudah sering mendapati orang berpacaran, lebih dari 9 kali. Ada yang peluk-pelukan, dan ada juga yang sampai ciuman,” ungkapnya.
Andi sering melihat orang berpacaran karena mempunyai tambak yang sangat berdekatan dengan jembatan mangkrak ini.
Beberapa hari lalu, sebutnya, ada tim yang mengukur dan mengambil sampel tanah dengan cara membor. “Beberapa hari lalu, ada tim melakukan pemboran mengambil sampel tanah. Timnya berkata bahwa ini salah satu proses jembatan mau dilanjutkan,” sebutnya, Minggu (7/7) sore.
Kapan pastinya dilanjutkan, Andi tidak mengetahuinya. Mengingat tim yang melakukan pemboran hanya dituntut cepat mengambil sampel tanah.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief