BATULICIN - Desa Batulicin Irigasi di Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) terpilih sebagai finalis 50 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Ajang ini bertujuan menjadikan destinasi pariwisata Indonesia berkelas dunia dan berdaya saing tinggi.
Dari lebih dari 6.000 nominasi, Desa Batulicin Irigasi menonjol dengan tema Agro Technopark ini berhasil mewakili Kalimantan Selatan (Kalsel).
Agro technopark adalah tempat pengembangan hasil pertanian yang dikelola untuk berwirausaha pertanian dan tempat pelayanan teknologi pertanian.
Kepala Desa Batulicin Irigasi, Supriyadi mengaku bangga dan optimis desanya bisa mengukir prestasi di tingkat nasional.
“Saat ini, kami sedang berbenah dalam persiapan penilaian oleh tim dari kementerian,” ungkapnya, Selasa (2/7/2024).
Meskipun tidak memiliki sumber daya alam seperti desa wisata pada umumnya, Desa Batulicin Irigasi memanfaatkan potensi tanah untuk wisata agro.
Desa ini memberdayakan pekarangan masyarakat untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan dan memiliki rest area wisata terintegrasi dengan konsep multifungsi pertanian agro technopark.
Fasilitasnya meliputi taman edukasi, rumah singgah, sarana olahraga, kolam pemancingan, dan berbagai kebun buah seperti anggur, jambu kristal, jambu air, durian, dan alpukat.
Penilaian dalam ajang ADWI 2024 meliputi lima kategori: daya tarik wisata, amenitas, digitalisasi desa, kelembagaan dan SDM, serta resiliensi atau pengelolaan desa yang berkelanjutan.
“Sekitar bulan September, tim akan datang untuk menilai. Kami sedang siapkan berbagai hal,” ujar Supriyadi.
Ia juga menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendukung desa wisata yang ia pimpin.
Ia mengakui membutuhkan sumber daya dan anggaran yang cukup besar untuk mengembangkan desanya.
“Beberapa sarana pendukung kami tingkatkan, sehingga mampu memenuhi kriteria penilaian,” tambahnya.
Sekadar infromasi, ADWI 2024 merupakan program unggulan dari Kemenparekraf yang memberikan penghargaan dan apresiasi kepada penggerak sektor pariwisata, dalam upaya mempercepat pembangunan desa, serta mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa.
Editor : Fauzan Ridhani