BANJARMASIN - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang disebut-sebut dibuka Pemerintah pusat sejak April, namun hingga awal Juli ini belum ada kejelasan.
Tak hanya pendaftaran CPNS, kabar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pun juga belum jelas.
“Kami masih menunggu, sampai ini belum ada petunjuk resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB),” terang Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian, BKD Kalsel, Mashudi.
Dikatakannya, usulan formasi CPNS maupun PPPK untuk di Pemprov Kalsel sudah sejak lama disampaikan ke Pemerintah Pusat. “Kami tinggal menunggu saja lagi,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Pemprov Kalsel mendapat jatah kuota CPNS yang sudah ditetapkan dan disetujui Pemerintah Pusat hanya sebanyak 125 formasi.
Jumlah itu jauh berbeda dengan kuota PPPK yang diajukan Pemprov Kalsel, yakni sebanyak 1.494 formasi.
Dari sebanyak 1.494 formasi itu, paling banyak formasi tenaga guru, jumlahnya 1.000 formasi.
Sisanya sebanyak 176 formasi Tenaga Kesehatan, dan 318 formasi Tenaga Teknis.
“Tak hanya Kalsel, di provinsi lain juga sama. Berbeda dengan lembaga lain, seperti Kementerian Agama yang sudah diumumkan,” terangnya.
Kemenpan RB sebelumnya berencana membuka pendaftaran CPNS pada Juni lalu.
Jadwal itu pun mundur jika mengacu rencana awal, yang mana seleksi akan dibuka pada April lalu.
Namun, sampai Mei tadi, Kemenpan RB belum juga mengeluarkan jadwal resmi.
Tahun ini, Pemerintah rencananya membuka 1,2 juta formasi yang terbagi menjadi 427.650 formasi pada instansi pusat dan 862.174 formasi pada instansi daerah.
Bagi Fuadiannor, jadwal seleksi CPNS dan PPPK ini sudah ditunggu-tunggunya.
Sebagai karyawan swasta, dia harus mengatur jadwal izin kerja untuk bisa mengikuti tes.
“Boro-boro jadwal tes, sampai ini tak ada kejelasan kapan seleksinya dibuka,” keluhnya.
Editor : Fauzan Ridhani